STAI YPBWISTAI YPBWI

Journal of Early Childhood Education StudiesJournal of Early Childhood Education Studies

Penelitian ini membahas tentang , studi ini dilaksanakan karena kemampuan bahasa Jawa anak pada kelompok A belum berkembang secara baik. Subjek penelitian adalah seluruh anak yang ada di kelompok A dengan jumlah 25 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes. Studi ini memiliki beberapa tujuan antara lain, mengetahui: 1) gambaran umum kemampuan bahasa Jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum; 2) kegiatan pembelajaran melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum; 3) pengaruh metode bercerita dengan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian eksperimen. Bentuk eksperimen yang digunakan adalah one group pretest‑posttest design. Dari hasil penelitian diketahui sig <0,05 yaitu 0,000, hal ini dapat dilihat dari nilai rata‑rata peningkatan terhadap kemampuan bahasa Jawa anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu 27,76 menjadi 66,56 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya adanya pengaruh dari metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan terhadap kemampuan bahasa Jawa anak.

Metode bercerita dengan media boneka tangan secara signifikan meningkatkan kemampuan bahasa Jawa anak‑anak kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum.Nilai rata‑rata skor meningkat dari 27,6 pada pretest menjadi 66,56 pada posttest, dengan signifikansi statistik p = 0,000.Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak dan metode ini dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa pada anak usia dini.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah penggunaan boneka digital interaktif (misalnya animasi atau video puppet) memberikan dampak yang lebih besar pada peningkatan kemampuan bahasa Jawa dibandingkan boneka tangan tradisional, sehingga dapat menjadi alternatif teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang memantau retensi kosakata dan nilai budaya Jawa setelah serangkaian sesi bercerita selama satu semester, dengan melakukan evaluasi lanjutan pada tiga, enam, dan dua belas bulan pasca intervensi untuk menilai keberlanjutan efek pembelajaran. Terakhir, penting untuk meneliti peran keterlibatan orang tua dalam proses bercerita di rumah, misalnya melalui program pelatihan sederhana bagi orang tua, guna mengetahui sejauh mana dukungan keluarga dapat memperkuat perkembangan bahasa Jawa anak dan meningkatkan efektivitas metode bercerita di lingkungan formal maupun non‑formal.

  1. Pengaruh Storytelling dalam Meningkatkan Kemampuan Empati Anak Usia Dini | Jurnal Pendidikan Anak (WEBSITE... doi.org/10.21831/jpa.v10i2.41747Pengaruh Storytelling dalam Meningkatkan Kemampuan Empati Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan Anak WEBSITE doi 10 21831 jpa v10i2 41747
  2. Pembelajaran abad 21: Pengaruhnya terhadap pembentukan karakter akhlak melalui pembelajaran STAD dan... e-journal.unipma.ac.id/index.php/PE/article/view/6339Pembelajaran abad 21 Pengaruhnya terhadap pembentukan karakter akhlak melalui pembelajaran STAD dan e journal unipma ac index php PE article view 6339
  3. Akuisisi Bahasa Kedua pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Manafiul Ulum Kudus | Annas | ThufuLA: Jurnal Inovasi... doi.org/10.21043/THUFULA.V7I2.5907Akuisisi Bahasa Kedua pada Anak Usia 4 5 Tahun di RA Manafiul Ulum Kudus Annas ThufuLA Jurnal Inovasi doi 10 21043 THUFULA V7I2 5907
  4. Literature Review: Dampak Stunting terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak | HIGEIA (Journal of Public... doi.org/10.15294/higeia.v7i3.63544Literature Review Dampak Stunting terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak HIGEIA Journal of Public doi 10 15294 higeia v7i3 63544
Read online
File size206.82 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test