STT SUSTT SU

PROSIDING STT Sumatera UtaraPROSIDING STT Sumatera Utara

Memberdayakan remaja Gereja lokal sebagai guru Sekolah Minggu merupakan salah satu wujud dari gereja yang melaksanakan tugas dan panggilan untuk mengajar dalam mempersiapkan jemaat melaksanakan pelayanan-pelayanan khusus, dengan konsep memberikan pengajaran-pengajaran tentang iman kristiani yang alkitabiah melalui berbagai tahapan dan melibatkan komponen-komponen penting, yakni keterlibatan pemimpin gereja (gembala dan majelis/penatua gereja), penerapan strategi, metode, dan media yang tepat, serta merekrut orang yang tepat sesuai dengan potensi dan talentanya hingga mereka siap menjadi generasi yang berdampak bagi Tuhan dan gerejanya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap bertambahnya pengertian dan pengalaman bagi peneliti secara pribadi dan diharapkan bermanfaat pula sebagai referensi bagi pembaca dalam menambah wawasan. Sebab itu dalam penulisan penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan mencantumkan banyak sumber buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dan berbagi pengalaman langsung peneliti ketika melaksanakan pemberdayaan remaja gereja menjadi guru sekolah minggu.

Membekali dan melaksanakan pembinaan terhadap remaja Gereja sebelum terlibat sebagai guru Sekolah Minggu amatlah penting untuk dapat menolong mereka bersedia berkomitmen melakukan pelayanannya dengan motivasi yang benar, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3.Oleh sebab itu, penerapan PAK oleh gereja melalui hamba Tuhan sebagai pelaksana pemberdayaan menjadi bagian yang penting, dibantu dengan strategi, metode, dan media yang diperlukan.Hal ini diharapkan agar tercapainya tujuan dari pemberdayaan yakni menyiapkan para remaja sesuai dengan potensinya menjadi guru sekolah minggu yang memberkati dan menjadi teladan serta menjadi pemimpin masa depan gereja.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan efektivitas model pelatihan bagi remaja sebagai guru Sekolah Minggu, misalnya antara program mentorship berkelanjutan dengan workshop intensif, untuk melihat dampaknya terhadap kompetensi mengajar dan pertumbuhan rohani mereka. Selanjutnya, studi dapat meneliti penggunaan media digital interaktif, seperti aplikasi pembelajaran berbasis game, dalam kelas Sekolah Minggu yang dipimpin oleh remaja, untuk menilai tingkat keterlibatan anak-anak serta hasil pembelajaran dibandingkan metode tradisional. Terakhir, penelitian longitudinal yang melacak lulusan program pemberdayaan selama lima tahun atau lebih dapat mengevaluasi kontribusi mereka terhadap jalur kepemimpinan gereja, termasuk peran mereka dalam pelayanan, kepemimpinan, dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan jemaat.

Read online
File size384.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test