STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Pembentukan spiritualitas dalam keluarga dapat terganggu oleh hadirnya nilai-nilai yang baru. Salah satu yang tidak terhindarkan adalah sekularisme. Artikel ini mengarahkan pembaca untuk berkewajiban menceritakan perbuatan Allah yang meluas dari bangsa Israel ke bangsa-bangsa lain. Dengan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan teologis-pastoral, penelitian ini mengeksplorasi masmur 96:3, Pemasmur mengajak umat-Nya dalam panggilan untuk menyebarkan kabar baik tentang Tuhan kepada semua orang, tanpa memandang batasan geografi, budaya, atau bangsa. Hasil kajiannya Mazmur 96:3 menuntun bangsa-bangsa kepada terang Kristus baik dalam kelahiran-Nya di tengah keluarga, dalam kehidupan inkarnasi-Nya, penderitaan hingga wafat-Nya dan kebangkitan-Nya menjadi Tuhan dan Raja di atas segala raja.

Sekularisasi mengancam spiritualitas umat Kristen dengan melemahkan iman pribadi, komunal, serta peran gereja sebagai saksi Kristus di tengah dunia.Penelitian ini menunjukkan bahwa pemurnian spiritualitas Kristen—melalui revitalisasi ibadah komunal, peneguhan Kristus sebagai pusat iman, penghayatan spiritualitas misioner, dan pengakuan Kristus sebagai jawaban eskatologis—merupakan strategi utama melawan arus sekularisasi.Dengan menerapkan strategi tersebut, gereja dapat menjaga vitalitas iman, melawan sekularisasi, dan menjadi terang bagi bangsa‑bangsa.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana aplikasi digital yang berfungsi sebagai mezbah keluarga (family altar app) memengaruhi konsistensi praktik spiritual di tengah tekanan sekularisasi; misalnya dengan menguji apakah penggunaan aplikasi tersebut meningkatkan frekuensi doa bersama, refleksi Alkitab, dan rasa kebersamaan antaranggota keluarga. Selanjutnya, studi kualitatif dapat menyelidiki peran dialog intergenerasi dalam keluarga Kristen untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis terhadap nilai‑nilai sekuler, dengan meneliti bagaimana percakapan terbuka antara orang tua dan anak-anak membentuk pemahaman iman yang adaptif dan responsif terhadap tantangan budaya modern. Akhirnya, penelitian komparatif antara gereja‑gereja lokal yang menyediakan program pendampingan pastoral bagi keluarga dan komunitas yang tidak melakukannya dapat mengidentifikasi dampak dukungan gerejawi terhadap ketahanan spiritual keluarga, khususnya dalam konteks perubahan teknologi dan media sosial yang cepat. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi pihak gereja, pendidik, dan keluarga untuk memperkuat spiritualitas keluarga di era sekularisasi yang semakin intens.

  1. Sacred Practices in Highly Religious Families: Christian, Jewish, Mormon, and Muslim Perspectives1 -... doi.org/10.1111/j.1545-5300.2004.04302007.xSacred Practices in Highly Religious Families Christian Jewish Mormon and Muslim Perspectives1 doi 10 1111 j 1545 5300 2004 04302007 x
  2. Religion in Families, 1999–2009: A Relational Spirituality Framework - Mahoney - 2010 - Journal... doi.org/10.1111/j.1741-3737.2010.00732.xReligion in Families 1999yAAAe2009 A Relational Spirituality Framework Mahoney 2010 Journal doi 10 1111 j 1741 3737 2010 00732 x
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0893-3200.15.4.559APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0893 3200 15 4 559
  1. #injil yohanes#injil yohanes
  2. #peran gereja#peran gereja
Read online
File size863.49 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-3ip
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test