UISUUISU

Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera UtaraIbnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Early neurological deterioration (END) merupakan komplikasi yang dapat terjadi setelah intravenous recombinant tissue plasminogen activator (IV-rtPA) pada stroke iskemik akut dan berhubungan dengan luaran klinis yang buruk. Hiperglikemia diketahui berperan dalam memperburuk cedera iskemik dan diduga meningkatkan risiko END, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Seorang perempuan berusia 49 tahun datang dengan hemiparesis dekstra dan disartria yang timbul mendadak. Pemeriksaan awal menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) menunjukkan skor 8. Pasien memenuhi kriteria terapi IV-rtPA dan mengalami perbaikan neurologis awal dengan penurunan NIHSS menjadi 3 satu jam setelah trombolisis, kemudian menjadi 1 pada evaluasi 24 jam. Namun, pada hari kelima perawatan terjadi END dengan peningkatan NIHSS menjadi 10 disertai hiperglikemia persisten (HbA1c 8,7% dan glukosa darah tidak terkontrol selama perawatan). Evaluasi klinis dan penunjang tidak menunjukkan bukti perdarahan intrakranial maupun penyebab lain yang jelas terhadap perburukan neurologis. Kasus ini menunjukkan bahwa hiperglikemia persisten dapat berkontribusi terhadap terjadinya END setelah terapi IV-rtPA pada stroke iskemik akut. Pemantauan dan pengendalian glukosa darah secara ketat selama fase akut merupakan bagian penting dari tata laksana pasien untuk mengoptimalkan luaran neurologis.

Hiperglikemia persisten dalam kasus ini diduga berkontribusi terhadap terjadinya END setelah terapi IV-rtPA pada pasien stroke iskemik akut.Hubungan kausal memang tidak dapat disimpulkan dari satu laporan kasus, tetapi temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan dan pengendalian kadar glukosa darah selama fase akut tetap merupakan bagian penting dari tata laksana pasien stroke iskemik yang menjalani trombolisis untuk mengoptimalkan luaran neurologis.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi observasional yang lebih besar untuk mengkonfirmasi hubungan antara hiperglikemia dan END setelah terapi trombolisis pada stroke iskemik akut. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi intervensi yang efektif untuk mengendalikan glukosa darah pada pasien stroke iskemik akut, terutama pada mereka dengan diabetes melitus. Terakhir, studi prospektif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis di balik hubungan antara hiperglikemia dan END, serta mengidentifikasi target terapeutik potensial untuk mencegah atau mengurangi risiko END pada pasien stroke iskemik akut.

Read online
File size413.85 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test