UISUUISU

Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera UtaraIbnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun sistemik yang dapat melibatkan berbagai organ, termasuk sistem saraf perifer. Salah satu manifestasi neurologis yang jarang adalah Chronic Inflammatory Demyelinating Polyradiculoneuropathy (CIDP), yang dapat muncul sebelum, bersamaan, atau setelah diagnosis SLE ditegakkan. Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan kesemutan progresif pada kedua tangan dan kaki sejak tiga bulan, disertai kelemahan anggota gerak yang memberat sehingga mengganggu kemampuan berjalan dan memegang barang. Pemeriksaan fisik menunjukkan kelemahan motorik pada keempat ekstremitas, penurunan refleks fisiologis, stocking hipoestesia, ulkus oral, serta ruam kemerahan pada kedua tangan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, hematuria, peningkatan parameter inflamasi, serta kadar komplemen C3 dan C4 yang menurun. Hasil pemeriksaan ANA immunofluorescence (ANA IF) dan anti-double stranded DNA (anti-dsDNA) didapatkan negatif. Diagnosis SLE pada pasien ini ditegakkan berdasarkan kombinasi manifestasi klinis dan temuan laboratorium meskipun hasil ANA IF dan anti-dsDNA negatif. Kasus ini menunjukkan bahwa CIDP dapat menjadi manifestasi neurologis yang jarang pada SLE. Pengenalan dini keterlibatan saraf perifer sangat penting untuk menunjang diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat sehingga dapat memperbaiki prognosis pasien.

Kasus ini menunjukkan bahwa CIDP dapat menjadi manifestasi neurologis yang jarang pada SLE, ditandai dengan kelemahan progresif, parestesia, dan hiporefleksia.Diagnosis SLE tetap dapat ditegakkan berdasarkan kombinasi temuan klinis dan laboratorium, meskipun ANA IF dan anti-dsDNA menunjukkan hasil negatif.Oleh karena itu, pengenalan dini keterlibatan saraf perifer pada SLE penting untuk mendukung diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat guna meningkatkan prognosis pasien.Manifestasi CIDP sebagai bagian dari spektrum neurologis SLE merupakan kondisi yang jarang dijumpai sehingga memerlukan tingkat kewaspadaan klinis yang tinggi.Pada pasien yang datang dengan kelemahan ekstremitas progresif, parestesia, dan hiporefleksia, kemungkinan adanya penyakit autoimun sistemik, termasuk SLE, perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi kohort besar untuk mengkonfirmasi hubungan antara CIDP dan SLE dengan hasil ANA-IF negatif, serta mengeksplorasi biomarker alternatif untuk deteksi dini. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang peran autoantibodi lain dalam manifestasi neurologis SLE. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas terapi imunomodulator yang berbeda pada pasien SLE dengan CIDP untuk menemukan pendekatan terapi yang lebih optimal.

Read online
File size363.33 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test