UISUUISU

Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera UtaraIbnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Pembesaran prostat merupakan masalah kesehatan global pada pria lanjut usia akibat lesi non-neoplastik maupun neoplastik, paling sering bermanifestasi sebagai lower urinary tract symptoms. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah etiologi non-neoplastik tersering, sedangkan Acinar Prostatic Carcinoma (APC) adalah tersering; High-Grade Prostatic Intraepithelial Neoplasia (HGPIN) sebagai lesi prekursor serta Atypical Small Acinar Proliferation (ASAP) sebagai proliferasi asinar atipikal mencurigakan menjadi critical differential diagnoses serta pitfall yang berimplikasi terhadap tatalaksana dan prognosis. Penelitian ini merupakan studi retrospective cross-sectional dengan metode total sampling untuk mengidentifikasi karakteristik klinikohistopatologi lesi prostat pada pasien yang menjalani core needle biopsy prostate dan/atau transurethral resection of the prostate di Rumah Sakit Pendidikan Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis Medan, periode Januari 2023–Juni 2024. Evaluasi histopatologi dilakukan dengan pewarnaan Hematoxylin and Eosin. Sebanyak 43 spesimen dianalisis secara deskriptif; terdiri dari 33 kasus (76,74%) BPH dan 10 kasus (23,26%) APC; ASAP dan HGPIN tidak dijumpai. Kelompok usia tersering pada lesi prostat jinak maupun ganas adalah 60–69 tahun, sedangkan usia termuda 50–59 tahun. Kesesuaian antara ultrasonography dengan diagnosis histopatologi ditemukan pada 83,33% kasus BPH dan 66,67% kasus APC. Spesimen BPH menunjukkan dominant glandular architecture berupa papillary infolding dan cystic atrophy; intraluminal secretion berupa corpora amylacea; serta squamous metaplasia sebagai gambaran khusus. Spesimen APC menunjukkan dominant glandular architecture berupa tufting, cribriform, micropapillary; intraluminal secretion berupa blue mucin dan crystalloid; serta morfologi signet-ring cell sebagai gambaran khusus. Lesi jinak dicirikan dengan papillary infolding, cystic atrophy; corpora amylacea, sedangkan lesi ganas dicirikan dengan tufting, cribriform, micropapillary; blue mucin dan crystalloid.

BPH adalah lesi prostat yang paling umum ditemukan di Rumah Sakit Pendidikan Prof.Chairuddin Panusunan Lubis, diikuti oleh APC, sedangkan ASAP dan lesi prekursor seperti HGPIN tidak ditemukan.Kelompok usia yang paling terkena untuk lesi jinak dan ganas adalah 60–69 tahun.Dalam kasus APC dengan data PSA tersedia, semua memiliki tingkat PSA >10 ng/mL.namun, peningkatan PSA juga teramati pada dua kasus BPH, menunjukkan bahwa peningkatan PSA tidak spesifik untuk kanker.Kesesuaian antara hasil ultrasonografi dan diagnosis histopatologi tercatat pada 15 dari 18 kasus BPH (83,33%) dan 2 dari 3 kasus APC (66,67%).Secara histopatologis, BPH ditandai oleh dominant glandular architecture berupa papillary infolding dan cystic atrophy dengan intraluminal secretion berupa corpora amylacea.Sebaliknya, APC umumnya menunjukkan dominant glandular architecture berupa tufting, cribriform, dan micropapillary, disertai intraluminal secretion berupa blue mucin dan crystalloid.

Untuk meningkatkan akurasi diagnosis prostat, perlu dikembangkan pendekatan kombinasi antara uji PSA, ultrasonografi, dan analisis histopatologi yang lebih menyeluruh. Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan biomarker molekuler untuk membedakan BPH dan APC secara lebih akurat, terutama dalam kasus yang sulit diidentifikasi melalui metode konvensional. Selain itu, penting untuk mengkaji pola distribusi geografis dan demografis lesi prostat di Indonesia, termasuk faktor risiko lokal yang mungkin memengaruhi prevalensi BPH dan APC. Studi longitudinal juga diperlukan untuk memahami dinamika perubahan histopatologi prostat seiring bertambahnya usia dan dampaknya terhadap tatalaksana klinis.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12894-024-01582-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12894 024 01582 w
Read online
File size772.57 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test