STAISAMSTAISAM

IMTIYAZ: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamIMTIYAZ: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran akun TikTok @mamnunnn dalam menjangkau Generasi Z sebagai target audiens utama. Dalam konteks perkembangan media sosial yang semakin pesat, TikTok menjadi salah satu platform yang efektif dalam membangun keterlibatan (engagement) antara pemilik akun dan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @mamnunnn memanfaatkan pendekatan soft selling, storytelling, dan penggunaan tren TikTok secara adaptif dalam menyampaikan pesan pemasaran. Strategi tersebut selaras dengan teori Integrated Marketing Communication (IMC) yang menekankan konsistensi dan integrasi pesan, serta model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) yang secara efektif digunakan untuk menarik perhatian dan mendorong tindakan pembelian melalui fitur affiliate. Konten yang dibuat oleh akun ini tidak hanya bersifat promosi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan audiens melalui bahasa yang santai dan relatable. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pemasaran digital yang humanis, adaptif terhadap tren, dan berorientasi pada kedekatan emosional lebih relevan dalam menjangkau Generasi Z di era digital saat ini.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran akun TikTok @mamnunnn efektif menjangkau Generasi Z karena berhasil mengombinasikan keotentikan personal dengan pemanfaatan fitur social commerce secara humanis.Melalui kacamata IMC, akun ini menunjukkan konsistensi pesan lintas fitur interaktif yang mampu merawat kepercayaan komunitas pengikutnya.Berdasarkan struktur AIDA, pemanfaatan narasi soft selling dan storytelling terbukti mampu mengonversi perhatian visual digital (engagement) menjadi tindakan pembelian nyata (action) melalui fitur keranjang kuning dan tautan afiliasi tanpa menimbulkan resistensi iklan bagi audiens muda.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma AI untuk memprediksi tren konten TikTok yang lebih akurat dalam menarik Generasi Z. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan respons audiens Gen Z di daerah pedesaan versus perkotaan terhadap strategi soft selling. Penelitian juga bisa fokus pada dampak jangka panjang dari konten emosional pada loyalitas merek, terutama dalam konteks konsumsi produk non-kebutuhan. Hal ini bisa dilakukan dengan membandingkan data engagement di akun @mamnunnn sebelum dan setelah perubahan strategi konten. Selain itu, studi tentang integrasi platform TikTok dengan media sosial lainnya dalam memperkuat brand awareness juga layak dikembangkan. Peneliti juga bisa mengevaluasi efektivitas penggunaan fitur live streaming untuk meningkatkan konversi penjualan, terutama dalam konteks interaksi langsung antara kreator dan audiens. Penelitian lanjutan juga bisa menggali lebih dalam tentang peran faktor demografis, seperti usia dan latar belakang pendidikan, dalam menentukan respons audiens terhadap strategi pemasaran digital. Terakhir, studi tentang pengaruh konten viral di TikTok terhadap keputusan pembelian Gen Z dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan strategi marketing yang lebih inklusif.

Read online
File size312.17 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test