ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Artikel ini berupaya menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan membangun perdamaian dari perspektif Islam, yang dikenal dengan berbagai ajaran dan praktik yang bertentangan dengan perdamaian, seperti ajaran perang suci terhadap orang kafir dan bahwa Islam adalah agama yang unggul serta tidak dapat dikalahkan oleh agama lain. Beberapa penulis menyatakan bahwa tidak mungkin membicarakan perdamaian dari ajaran Islam. Namun, tidak sulit menemukan dalam Islam materi ajaran yang dapat dikembangkan menjadi konsep tentang perdamaian, pembuatan perdamaian, dan pembangunan perdamaian. Islam sendiri berarti masuk ke dalam perdamaian, dan bahwa Islam mengajarkan keadilan, mendorong manusia untuk berbuat baik, serta mencegah kejahatan. Kasih sayang lebih disarankan daripada kebencian dalam ajaran etika Islam; menerima orang lain sebagaimana adanya adalah salah satu cara untuk mencintai mereka. Perdamaian tidak hanya ada tetapi akan terus berlangsung selamanya; harus terus dibangun dan dipertahankan.

Untuk menyimpulkan, kita membutuhkan keyakinan dan keterampilan membaca untuk berbagi dengan orang lain dalam membangun perdamaian.Terkadang, ketika merasa tidak aman, kita mungkin tidak percaya bahwa orang lain tidak akan melukai kita.Tindakan yang dilakukan orang lain mungkin dianggap sebagai ancaman atau bahkan penghinaan.Teologi, sebagai pemahaman manusia tentang pesan Tuhan, dipengaruhi oleh kondisi psikologis teolog dan/atau orang-orang yang mereka representasikan.Oleh karena itu, kita harus berusaha bersama untuk membuat orang-orang beragama merasa yakin dan aman jika kita ingin perdamaian menjadi pusat teologi.Dalam dunia di mana orang-orang dari berbagai agama dan budaya tinggal bersama, kesediaan untuk berbagi ruang adalah hal yang wajar.Kesadaran akan ruang publik, di mana semua orang dapat bekerja dan menyampaikan perasaan atau keyakinan mereka, perlu dikembangkan.Karena setiap individu dan kelompok memiliki cukup ruang, masing-masing harus menghormati hak orang lain untuk memiliki hal yang sama.Ini berarti setiap orang harus membatasi kebebasannya dan kebutuhannya.Gagal melakukannya akan menyebabkan tabrakan dan konflik, dan teologi mungkin digunakan untuk memicu perang.Teologi dapat mendukung perdamaian atau perang, dan oleh karena itu, perlu kebijaksanaan dalam memilih opsi pemahaman yang tersedia bagi para teolog untuk mendapatkan yang paling sesuai dengan kehidupan layak bagi seluruh anggota masyarakat.Pasti bahwa perdamaian lebih dekat dengan jenis kehidupan tersebut daripada permusuhan dan kekerasan.Untuk berhasil mempromosikan perdamaian, kita harus mempromosikan keadilan, baik dalam distribusi kekayaan maupun kesempatan untuk mengembangkan potensi individu dan menyampaikan keyakinan mereka.Tanpa keadilan dan perlakuan adil dalam hubungan antar manusia, godaan untuk menggunakan kekerasan selalu ada, dan mereka yang merasa diperlakukan tidak adil atau diabaikan dalam proses pengambilan keputusan mungkin akan menggunakan teologi sebagai dasar untuk melakukannya.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: pertama, mempelajari dampak ajaran tasawuf terhadap inisiatif perdamaian modern dalam konteks masyarakat multi-agama, dengan fokus pada bagaimana prinsip kesadaran diri dan kebajikan bisa diadaptasi untuk mengurangi konflik. Kedua, mengeksplorasi peran pendidikan agama dalam membangun kesadaran perdamaian di kalangan generasi muda, terutama melalui kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dan dialog antar-agama. Ketiga, menganalisis dinamika dialog antar-iman dalam konteks konflik regional, dengan mempertimbangkan bagaimana prinsip-prinsip Islam tentang keadilan dan kerja sama bisa menjadi dasar untuk mengembangkan solusi bersama. Ketiga saran ini bertujuan untuk menggali lebih dalam peran ajaran Islam dalam menciptakan harmoni sosial dan mengurangi potensi konflik berdasarkan perspektif teologis dan historis yang telah dipaparkan dalam artikel ini.

  1. Exploring Religious Harmony Through Dalihan Na Tolu: Local Wisdom in Peacebuilding in Indonesia |... doi.org/10.26811/peuradeun.v12i3.1398Exploring Religious Harmony Through Dalihan Na Tolu Local Wisdom in Peacebuilding in Indonesia doi 10 26811 peuradeun v12i3 1398
  2. The Crisis of the Agency for Customary Institutions (Keujruen Blang): From the New Order, Reformation... doi.org/10.26811/peuradeun.v11i1.911The Crisis of the Agency for Customary Institutions Keujruen Blang From the New Order Reformation doi 10 26811 peuradeun v11i1 911
  3. 0. loading anubis load javascript server overloaded please reload page try ce site utilise un outil qui... journals.openedition.org/mots/157920 loading anubis load javascript server overloaded please reload page try ce site utilise un outil qui journals openedition mots 15792
Read online
File size1.3 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test