ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Telah terjadi perdebatan intens mengenai apakah praktik lokal dalam dakwah dan keterlibatan sosial secara efektif berkontribusi pada pengembangan masyarakat partisipatif. Merujuk pada studi naskah Puspakarma dari Lombok, berkode Galeri-50B Ciputat, makalah ini menyoroti nilai-nilai sosio-religius lokal yang membentuk memori kolektif komunitas Muslim Sasak di pulau tersebut. Lebih lanjut, makalah ini berpendapat bahwa nilai-nilai ini menawarkan potensi untuk pengembangan sosio-religius partisipatif. Konteks budaya Sasak yang lebih luas, sebagaimana terlihat dalam teks Puspakarma abad kesembilan belas, memberikan payung yang lebih luas untuk interpretasi elemen konten dan pesan naskah. Analisis data menggunakan Interaksionisme Simbolik Mead dengan model person-in-environment dari perspektif Pengembangan Komunitas Islam. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa memori kolektif Muslim etnis Sasak mengakui Tuhan Yang Maha Esa dan interaksi sosial kooperatif sebagai kunci harmoni komunitas, sama seperti penghormatan terhadap leluhur dan alam juga memastikan kebahagiaan. Semua pandangan ini memengaruhi kesejahteraan komunitas. Selanjutnya, analisis penulis menunjukkan bahwa setiap komponen yang ditemukan dalam lingkungan Sasak ini membentuk pertumbuhan dan perkembangan individu serta pandangan dunia mereka. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana pengembangan lokal dapat berkontribusi untuk menutup kesenjangan antara kebijakan lintas budaya dan praktik di Lombok dan tempat lain.

Pengembangan komunitas dan dakwah yang efektif menekankan partisipasi komunal dan inisiatif lokal yang bersumber dari pemahaman bersama tentang memori kolektif, membutuhkan perspektif lintas budaya yang mengakui kearifan lokal.Naskah sejarah Islam seperti Puspakarma dapat menjadi jembatan antara realitas empiris dan spiritual, menyoroti bagaimana keyakinan terhadap Tuhan, penghormatan leluhur dan alam, serta kerja sama yang tulus merupakan kunci pengembangan lokal yang berhasil.Oleh karena itu, praktisi perlu mempelajari memori kolektif dan warisan sastra masyarakat Sasak untuk mendokumentasikan pengetahuan taktis dan meningkatkan partisipasi komunitas dalam pembangunan.

Mengingat peran vital nilai sosio-religius dan memori kolektif yang terkandung dalam naskah Puspakarma bagi pengembangan komunitas Sasak, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi mendalam yang tidak hanya deskriptif kualitatif, tetapi juga memanfaatkan metode campuran untuk mengukur secara empiris dampak internalisasi nilai-nilai Puspakarma pada perilaku sosial dan karakter etika generasi muda Sasak kontemporer. Misalnya, dapatkah kita mengidentifikasi korelasi antara partisipasi dalam tradisi pepaosan dengan tingkat kerja sama, empati, atau kesadaran lingkungan di kalangan remaja? Pertanyaan ini akan membantu memahami relevansi dan adaptasi kearifan lokal di tengah dinamika modern. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada eksplorasi peran krusial para penjaga tradisi seperti pemaos dan pujangge sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini. Bagaimana para praktisi budaya ini menafsirkan dan mengkomunikasikan ajaran kuno Puspakarma agar tetap relevan dengan isu-isu kontemporer seperti tantangan globalisasi atau konservasi budaya? Memahami metode pedagogis dan tantangan yang mereka hadapi dalam transmisi pengetahuan taktis akan sangat penting. Terakhir, setelah mengidentifikasi dan mendokumentasikan kekayaan pengetahuan taktis dari memori kolektif Sasak, langkah berikutnya adalah merancang dan menguji model program pengembangan komunitas yang secara eksplisit mengintegrasikan kearifan lokal tersebut. Ini bisa berupa program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang menghargai keberlanjutan alam sesuai ajaran Puspakarma, atau inisiatif pendidikan karakter yang diselaraskan dengan siklus kehidupan yang digambarkan dalam tembang-tembang. Bagaimana efektivitas program-program semacam ini dapat diukur dan disesuaikan untuk memaksimalkan partisipasi otentik dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan adalah pertanyaan fundamental untuk studi di masa depan.

Read online
File size1.21 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test