STAISAMSTAISAM

IMTIYAZ: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamIMTIYAZ: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Perkembangan teknologi algoritma dalam platform media sosial telah membentuk lanskap baru dalam pengalaman keberagamaan masyarakat. Pola interaksi, konsumsi konten, hingga konstruksi makna keagamaan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh otoritas tradisional, tetapi juga oleh logika algoritmik yang bekerja secara otomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana algoritma media sosial memengaruhi eksposur masyarakat terhadap konten keagamaan, serta menelaah pengaruhnya terhadap munculnya kecenderungan radikalisasi maupun moderasi agama. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan literatur dan studi konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma memiliki kekuatan besar dalam membentuk ruang gema keagamaan (religious echo chamber), yang dapat memperkuat keyakinan moderat maupun ekstrem tergantung pada preferensi interaksi pengguna. Oleh karena itu, pemahaman kritis terhadap peran algoritma menjadi langkah penting dalam upaya mengatasi potensi penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan ekstremisme dan mempromosikan ekosistem keagamaan yang lebih inklusif di dunia digital.

Algoritma media sosial berperan signifikan dalam membentuk lanskap keberagamaan masyarakat di era digital.Algoritma tidak hanya sebagai alat teknis penyaring informasi, tetapi menjadi agen simbolik yang mengatur cara individu mengalami dan memahami iman di ruang digital.Rekomendasi utama adalah penguatan literasi algoritmik keagamaan untuk memahami prinsip kerja algoritma dan memanfaatkan ruang digital secara strategis.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi hubungan antara algoritma, otoritas keagamaan, dan transformasi epistemik dalam dunia digital.

Penelitian lanjutan perlu menginvestigasi dampak kuantitatif algoritma terhadap paparan konten ekstrem dan moderat secara longitudinal. Selain itu, perlu dilakukan studi banding lintas platform untuk memahami peran algoritma dalam konteks berbeda. Terakhir, penelitian harus menggali bagaimana faktor budaya, sosial, dan lokal memoderasi pengaruh algoritma terhadap keberagamaan digital.

  1. The Perception of Millennial Generation on Religious Moderation through Social Media in the Digital Era... doi.org/10.20885/millah.vol21.iss2.art1The Perception of Millennial Generation on Religious Moderation through Social Media in the Digital Era doi 10 20885 millah vol21 iss2 art1
  2. Promoting Religious Moderation among Indonesian Youth: A Content Analysis of PKMB UIN Ar-Raniry’s... journal.sinthop.org/index.php/ojs/article/view/24Promoting Religious Moderation among Indonesian Youth A Content Analysis of PKMB UIN Ar RaniryAos journal sinthop index php ojs article view 24
  3. JOS | Universitas Jenderal Soedirman. jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation... doi.org/10.20884/1.ins.2024.11.2.11505JOS Universitas Jenderal Soedirman jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation doi 10 20884 1 ins 2024 11 2 11505
Read online
File size434.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test