UMMUMM

Borobudur Management ReviewBorobudur Management Review

Turnover intention menjadi permasalahan penting bagi semua perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh job insecurity, workplace bullying, dan work family conflict tehadap turnover intention. Penelitian ini menggunakan pendekatan Social Exchange Theory. Populasi pada penelitian ini seluruh karyawan Bank BMT BIMA di wilayah Magelang. Sampel yang diambil sebanyak 102 karyawan menggunakan jenis non-probability sampling dengan teknik sampel jenuh. Alat analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job insecurity dan work family conflict tidak berpengaruh terhadap turnover intention. Selanjutnya, workplace bullying berpengaruh positif terhadap turnover intention. Pembahasan disajikan secara mendalam pada penelitian ini.

Hanya satu hipotesis yang didukung, yaitu hipotesis kedua (H2), sedangkan dua hipotesis lainnya tidak didukung.Temuan menunjukkan bahwa ketidakamanan pekerjaan dan konflik kerja-keluarga tidak secara signifikan memengaruhi intensi turnover, sementara bullying di tempat kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intensi turnover.Hasil ini menunjukkan bahwa tekanan negatif di tempat kerja, khususnya bullying, secara signifikan meningkatkan intensi karyawan untuk meninggalkan organisasi.Oleh karena itu, organisasi harus memperhatikan kebijakan dan praktik terkait kenyamanan tempat kerja, kesejahteraan karyawan, dan pencegahan perilaku negatif.Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan menghormati, organisasi dapat mempertahankan efektivitas, meningkatkan retensi karyawan, dan memperkuat keberlanjutan organisasi jangka panjang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran budaya organisasi dalam memoderasi hubungan antara bullying di tempat kerja dan intensi turnover. Selain itu, studi perbandingan lintas industri dapat mengevaluasi generalisasi temuan tentang bullying di tempat kerja dan intensi turnover. Selanjutnya, penelitian jangka panjang dapat mengevaluasi dampak jangka panjang ketidakamanan pekerjaan terhadap retensi karyawan dalam konteks ketidakstabilan ekonomi. Penelitian ini juga dapat mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara bullying di tempat kerja dan intensi turnover. Studi tambahan dapat mengevaluasi peran sistem kompensasi dan apresiasi kinerja dalam mengurangi intensi turnover. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengamati dampak kerja jarak jauh terhadap konflik kerja-keluarga dan intensi turnover di berbagai konteks budaya. Penelitian ini dapat mengembangkan model prediksi intensi turnover yang mempertimbangkan faktor-faktor sosial dan psikologis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara stres kerja dan intensi turnover dalam skenario krisis. Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi ke organisasi sektor publik dan swasta untuk memperkuat validitas temuan. Akhirnya, penelitian dapat menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja.

Read online
File size185.06 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test