UMUM
Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and ArtsUpaya pelestarian lagu Oa Mbele, sebuah nyanyian pengiring dalam tradisi Sako Seng di Dusun Watublapi, Desa Kojawair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi penting di tengah ancaman kepunahan tradisi lokal. Lagu ini mengandung syair pantun berbahasa daerah yang berisi doa dan permohonan kepada Sang Pencipta, leluhur, serta alam semesta agar hasil pertanian melimpah hingga masa panen. Namun, tradisi ini mulai ditinggalkan karena perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk berkurangnya aktivitas berkebun dan meningkatnya penggunaan alat pertanian modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama pelestarian lagu Oa Mbele: (1) Perlindungan, melalui dokumentasi audiovisual sebagai bagian dari pustaka budaya digital; (2) Pemanfaatan, melalui pendidikan nonformal kepada generasi muda dan pementasan dalam acara budaya; serta (3) Pengembangan, berupa rekonstruksi dalam bentuk seni pertunjukan modern dan kolaborasi dengan pemerintah serta lembaga kebudayaan lokal.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pelestarian lagu Oa Mbele sebagai pengiring tradisi Sako Seng di Dusun Watublapi, Desa Kojawair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dapat disimpulkan bahwa pelestarian tradisi ini merupakan hasil dari sinergi antara masyarakat lokal dan pemerintah daerah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Hasil temuan menunjukkan bahwa meskipun tradisi Sako Seng menghadapi tantangan signifikan akibat modernisasi dan pergeseran pola hidup masyarakat, upaya pelestarian tetap dilakukan secara serius dan berkelanjutan.Hal ini tampak dalam inisiatif pendidikan nonformal yang melibatkan generasi muda, dokumentasi audiovisual untuk mendigitalisasi nilai-nilai tradisi, serta pengembangan dalam bentuk seni pertunjukan yang memadukan unsur tradisional dan modern.Kolaborasi antara komunitas adat, pemerintah daerah, dan lembaga kebudayaan menjadi strategi penting yang memperkuat upaya pelestarian ini.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar studi lebih lanjut dilakukan dengan pendekatan partisipatif atau etnografi yang memungkinkan peneliti untuk terlibat langsung dalam praktik tradisi Sako Seng. Selain itu, penting pula untuk mengeksplorasi persepsi generasi muda terhadap nilai budaya lokal serta efektivitas media digital sebagai alat edukasi dan promosi tradisi. Penelitian lanjutan juga dapat memperluas fokus pada tradisi-tradisi lain di wilayah Kabupaten Sikka yang memiliki keterkaitan atau potensi kolaboratif dalam kerangka pelestarian budaya yang lebih menyeluruh. Dengan demikian, penguatan strategi pelestarian berbasis komunitas dan teknologi dapat semakin relevan dan berdampak luas di masa depan.
- KESENIAN TRADISI REOG SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PONOROGO | Visualita: Jurnal Online Desain Komunikasi Visual.... doi.org/10.33375/vslt.v7i1.1081KESENIAN TRADISI REOG SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PONOROGO Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual doi 10 33375 vslt v7i1 1081
- Melodi Ladang: Pelestarian Lagu Tradisional Oa Mbele dalam Tradisi Sako Seng | Journal of Language Literature... doi.org/10.17977/um064v5i62025p728-737Melodi Ladang Pelestarian Lagu Tradisional Oa Mbele dalam Tradisi Sako Seng Journal of Language Literature doi 10 17977 um064v5i62025p728 737
- Pelestarian Kesenian Tradisional sebagai Upaya dalam Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal di Masyarakat... doi.org/10.14710/anuva.2.1.19-27Pelestarian Kesenian Tradisional sebagai Upaya dalam Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal di Masyarakat doi 10 14710 anuva 2 1 19 27
- UPAYA PELESTARIAN KESENIAN KHAS DESA MEKARSARI DAN DESA SIMPANG, KECAMATAN CIKAJANG, KABUPATEN GARUT... jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/9038UPAYA PELESTARIAN KESENIAN KHAS DESA MEKARSARI DAN DESA SIMPANG KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT jurnal unpad ac dharmakarya article view 9038
- Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi |... doi.org/10.14710/nusa.12.1.90-100Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi doi 10 14710 nusa 12 1 90 100
| File size | 678.03 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan deskriptif‑kritis. Pola asuh demokratis perspektif Zakiah Daradjat menekankan keseimbanganTeknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan deskriptif‑kritis. Pola asuh demokratis perspektif Zakiah Daradjat menekankan keseimbangan
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek penggunaan LMS kampus, 54,5% mahasiswa setuju menggunakan LMS dalam kegiatan pembelajaran, 40. 9% sangatHasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek penggunaan LMS kampus, 54,5% mahasiswa setuju menggunakan LMS dalam kegiatan pembelajaran, 40. 9% sangat
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Berdasarkan penelitian, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pemahaman guru terhadap pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 SurakartaBerdasarkan penelitian, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pemahaman guru terhadap pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Surakarta
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Penelitian menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dalam kerangka yuridis empiris (socio-legal), dengan memadukan analisis dokumen normatif dan dataPenelitian menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dalam kerangka yuridis empiris (socio-legal), dengan memadukan analisis dokumen normatif dan data
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Data diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumentasi terhadap praktik kolaborasi antara Satpol PP dan masyarakat dalam mendukung penegakan peraturanData diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumentasi terhadap praktik kolaborasi antara Satpol PP dan masyarakat dalam mendukung penegakan peraturan
UMUM Salah satu pelaksanaannya terdapat di Pantai Balekambang, Desa Bantur, Kabupaten Malang, yang digelar setiap 1 Sura dengan prosesi yang tetap lestari hinggaSalah satu pelaksanaannya terdapat di Pantai Balekambang, Desa Bantur, Kabupaten Malang, yang digelar setiap 1 Sura dengan prosesi yang tetap lestari hingga
UMUM Pasar terapung merupakan salah satu bentuk pasar tradisional yang memiliki karakteristik unik, di mana aktivitas jual-beli dilakukan di atas perairan menggunakanPasar terapung merupakan salah satu bentuk pasar tradisional yang memiliki karakteristik unik, di mana aktivitas jual-beli dilakukan di atas perairan menggunakan
UIN SUSKAUIN SUSKA Namun, bukti kumulatif menekankan potensi ethnoscience untuk berfungsi sebagai jembatan pedagogis antara pengetahuan tradisional dan sains kontemporer,Namun, bukti kumulatif menekankan potensi ethnoscience untuk berfungsi sebagai jembatan pedagogis antara pengetahuan tradisional dan sains kontemporer,
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kontrol positif amoksisilin; kontrol negatif DMSO. Hasil: diameter hambat bagi Pseudomonas aeruginosa 7,55–10,55 mm (ekstrak), 9–9,1 mm (fraksiKontrol positif amoksisilin; kontrol negatif DMSO. Hasil: diameter hambat bagi Pseudomonas aeruginosa 7,55–10,55 mm (ekstrak), 9–9,1 mm (fraksi
STISHUSNULKHOTIMAHSTISHUSNULKHOTIMAH Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pedagang disabilitas serta pihak terkait. Analisis data dilakukan menggunakanData diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pedagang disabilitas serta pihak terkait. Analisis data dilakukan menggunakan
UMUM Pengetahuan masyarakat mengenai keanekaragaman hayati masih terbatas pada lingkungan akademis, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih menarik danPengetahuan masyarakat mengenai keanekaragaman hayati masih terbatas pada lingkungan akademis, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih menarik dan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Namun, budaya menyontek di kampus, sebagaimana diungkap Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024 KPK (98% mahasiswa mencontek, 43% plagiarisme), menunjukkanNamun, budaya menyontek di kampus, sebagaimana diungkap Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024 KPK (98% mahasiswa mencontek, 43% plagiarisme), menunjukkan