UIN SUSKAUIN SUSKA
Journal of Natural Science and IntegrationJournal of Natural Science and IntegrationErosi kesadaran lingkungan dan pengurangan pengakuan pengetahuan tradisional menimbulkan tantangan signifikan bagi pendidikan kontemporer, khususnya di Indonesia. Tinjauan literatur ini memeriksa integrasi ethnoscience ke dalam pendidikan sains sebagai respons strategis terhadap masalah ini. Penelitian yang dilakukan antara tahun 2020 dan 2025 menunjukkan penekanan yang semakin besar pada pengintegrasian kebijaksanaan lokal, seperti praktik pertanian asli dan ritual budaya, ke dalam kurikulum sains untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mempromosikan perilaku berkelanjutan. Sebagian besar penelitian berfokus pada siswa, dengan siswa sekolah menengah atas (40%) dan siswa sekolah menengah pertama (26,7%) menjadi target utama. Terutama, output penelitian melonjak pada tahun 2024, mencerminkan minat akademik yang meningkat. Bahan instruksional berbasis ethnoscience, termasuk modul elektronik dan buku interaktif, diterapkan secara luas dan menunjukkan efektivitas dalam memfasilitasi pemahaman konsep sekaligus menumbuhkan apresiasi budaya. Alat-alat ini diterima dengan baik oleh kedua pendidik dan pelajar. Secara geografis, penelitian mencakup berbagai daerah, termasuk Papua, Surabaya, dan Ponorogo, yang menekankan keterapan ethnoscience yang luas dalam pendidikan Indonesia. Meskipun penelitian yang lebih sedikit berkonsentrasi pada guru, temuan menunjukkan bahwa pengintegrasian pengetahuan tradisional ke dalam pendidikan sains mendorong pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya kurikulum tetapi juga memberikan pelajar pengalaman pendidikan yang bermakna, yang didorong oleh konteks dan berakar pada penyelidikan ilmiah dan warisan budaya.
Berdasarkan sintesis temuan dari penelitian yang ditinjau, tinjauan literatur sistematis ini menegaskan pengakuan yang semakin besar terhadap ethnoscience sebagai pendekatan transformasional dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan pendidikan sains dalam konteks Indonesia.Integrasi kebijaksanaan lokal, yang sangat tertanam dalam tradisi budaya, ke dalam kurikulum sains menawarkan peluang yang kaya dan relevan secara konteks untuk menghubungkan pengetahuan ekologi tradisional dengan pemahaman ilmiah modern.Tema-tema seperti teknik pertanian asli, penggunaan tanaman obat, dan praktik konservasi berbasis komunitas tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip ilmiah tetapi juga mempromosikan apresiasi holistik terhadap keberlanjutan lingkungan.Penggunaan media pembelajaran berbasis ethnoscience, termasuk modul elektronik, buku interaktif, dan lembar kerja siswa, telah menunjukkan dampak yang signifikan terhadap literasi lingkungan, keterampilan berpikir kritis, dan identitas budaya pelajar.Alat-alat ini telah terbukti efektif dalam membuat konsep ilmiah yang abstrak menjadi lebih konkret dan beresonansi secara budaya.Namun, meskipun hasil positif ini, tantangan tetap ada.Pelatihan guru yang terbatas, kurangnya dukungan sistematis untuk pengembangan kurikulum, dan kesadaran yang tidak memadai tentang kebijaksanaan lokal di antara pendidik tetap menjadi hambatan yang signifikan untuk implementasi yang lebih luas.Namun, bukti kumulatif menekankan potensi ethnoscience untuk berfungsi sebagai jembatan pedagogis antara pengetahuan tradisional dan sains kontemporer, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, berbasis tempat.Untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi ini, upaya masa depan harus memprioritaskan program pengembangan profesional, dukungan institusional, dan penelitian kolaboratif yang memberdayakan pendidik untuk menerapkan strategi yang terintegrasi ethnoscience secara efektif.Secara kesimpulan, pengintegrasian ethnoscience ke dalam pendidikan sains tidak hanya mendukung tujuan pendidikan nasional tetapi juga menumbuhkan pelajar yang sadar lingkungan dan berakar budaya.Karena Indonesia terus menghadapi tantangan degradasi lingkungan dan erosi budaya, pedagogi yang terinformasi ethnoscience menawarkan jalur yang menarik menuju pendidikan yang berakar lokal dan relevan secara global.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan dan mengevaluasi modul pembelajaran berbasis ethnoscience yang terintegrasi dengan pendekatan Project-Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan siswa. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana modul ini dapat diterapkan di berbagai tingkat pendidikan dan daerah di Indonesia, serta mengeksplorasi efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep ilmiah dan mendorong perilaku berkelanjutan.. . 2. Meneliti dampak integrasi ethnoscience dalam pendidikan guru, khususnya dalam hal pelatihan guru dan pengembangan kurikulum. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pengetahuan dan pemahaman guru tentang ethnoscience dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan mendorong pelestarian budaya di antara siswa. Selain itu, penelitian ini dapat mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan ethnoscience ke dalam praktik pengajaran mereka.. . 3. Melakukan studi komparatif tentang implementasi ethnoscience dalam pendidikan sains di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan ethnoscience yang digunakan, serta dampak yang ditimbulkannya terhadap pemahaman siswa tentang konsep ilmiah dan kesadaran lingkungan. Studi komparatif ini dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan ethnoscience ke dalam pendidikan sains di berbagai konteks budaya dan geografis.
- Implementation the Ethnoscience-Based Smart Module to Improve Students’ Patriotism | Ardianti |... journal.unnes.ac.id/nju/jpii/article/view/43789Implementation the Ethnoscience Based Smart Module to Improve StudentsAo Patriotism Ardianti journal unnes ac nju jpii article view 43789
- Ethnosains of The Javanese Community "The Body Funeral Process" as A Resource of Basic Science... jppipa.unram.ac.id/index.php/jppipa/article/view/4959Ethnosains of The Javanese Community The Body Funeral Process as A Resource of Basic Science jppipa unram ac index php jppipa article view 4959
- . 0 doi.org/10.3390/soc14120260A 0 doi 10 3390 soc14120260
- Biology Learning Meets Local Wisdom: Exploring the Ethnopedagogical Value of Bengkulu's Fermented... doi.org/10.46843/jiecr.v6i2.2230Biology Learning Meets Local Wisdom Exploring the Ethnopedagogical Value of Bengkulus Fermented doi 10 46843 jiecr v6i2 2230
- Instilling The Conservation Character Through Reconstruction of Scientific Knowledge Based on Local Wisdom... doi.org/10.31002/ijose.v4i1.1434Instilling The Conservation Character Through Reconstruction of Scientific Knowledge Based on Local Wisdom doi 10 31002 ijose v4i1 1434
| File size | 408.33 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Aspek geografi manusia dan budaya muncul melalui kepercayaan lokal, praktik spiritual, dan norma lingkungan berbasis komunitas. Selain itu, folklore iniAspek geografi manusia dan budaya muncul melalui kepercayaan lokal, praktik spiritual, dan norma lingkungan berbasis komunitas. Selain itu, folklore ini
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian ini bertujuan mengembangkan Laboratorium Sains Virtual (VSL) sebagai media berbasis teknologi yang fleksibel dan interaktif untuk meningkatkanPenelitian ini bertujuan mengembangkan Laboratorium Sains Virtual (VSL) sebagai media berbasis teknologi yang fleksibel dan interaktif untuk meningkatkan
UMPPUMPP Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Maribaya menggunakan metode ecobrick terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan dalam pengelolaan sampah plastik.Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Maribaya menggunakan metode ecobrick terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan dalam pengelolaan sampah plastik.
UIN SUSKAUIN SUSKA 408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan 283 mahasiswa. Teknik analisis data yang408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan 283 mahasiswa. Teknik analisis data yang
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu peran working memory sebagai variabel mediator pada hubungan di antara masalah tidur dengan prestasi akademik.Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu peran working memory sebagai variabel mediator pada hubungan di antara masalah tidur dengan prestasi akademik.
UIN SUSKAUIN SUSKA Hasil ini menegaskan bahwa produk yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif sebagai media belajar interaktif di kelas IPA SMP, meningkatkan pemahaman,Hasil ini menegaskan bahwa produk yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif sebagai media belajar interaktif di kelas IPA SMP, meningkatkan pemahaman,
UIN SUSKAUIN SUSKA Aktivitas praktis terstruktur dan tugas evaluasi pasca praktik yang disediakan dalam laboratory virtual secara efektif meningkatkan HOTS calon guru sains.Aktivitas praktis terstruktur dan tugas evaluasi pasca praktik yang disediakan dalam laboratory virtual secara efektif meningkatkan HOTS calon guru sains.
UIN SUSKAUIN SUSKA 0 telah mengubah cara berpikir dan bekerja manusia yang menjadi lebih cepat, efisien, dan efektif di berbagai sektor, termasuk di bidang pendidikan. Universitas0 telah mengubah cara berpikir dan bekerja manusia yang menjadi lebih cepat, efisien, dan efektif di berbagai sektor, termasuk di bidang pendidikan. Universitas
Useful /
UMPPUMPP Pelaksanaan dan pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah belum mencapai target tahunan. Upaya peningkatan pendapatan dari retribusi parkir perlu memperhatikanPelaksanaan dan pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah belum mencapai target tahunan. Upaya peningkatan pendapatan dari retribusi parkir perlu memperhatikan
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (0,50%), P2 (1%), P3 (1,50%),Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (0,50%), P2 (1%), P3 (1,50%),
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Geografi buku teks memainkan peran sentral dalam membentuk pelaksanaan kurikulum dan praktik pengajaran, khususnya pada periode perubahan global yang cepat.Geografi buku teks memainkan peran sentral dalam membentuk pelaksanaan kurikulum dan praktik pengajaran, khususnya pada periode perubahan global yang cepat.
UIN SUSKAUIN SUSKA Kemampuan untuk merefleksikan dan mengatur proses belajar harus diidentifikasi serta dinilai secara akurat guna mendukung perencanaan instruksional yangKemampuan untuk merefleksikan dan mengatur proses belajar harus diidentifikasi serta dinilai secara akurat guna mendukung perencanaan instruksional yang