SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER
Jurnal Pendidikan Siber NusantaraJurnal Pendidikan Siber NusantaraPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Surakarta. (2) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Surakarta. (3) Mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. (4) Mendeskripsikan kendala pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data meliputi guru sejarah, peserta didik, aktivitas pembelajaran, serta dokumen pendukung pembelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural menunjukkan bahwa guru telah memiliki kesadaran terhadap pentingnya keberagaman dalam proses pembelajaran. Guru berusaha menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan tidak membedakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sejarah. (2) Pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam melalui kegiatan diskusi, refleksi, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran sejarah. (3) Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis deep learning telah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif antar peserta didik, diskusi kelompok, dan pengaitan materi sejarah dengan kehidupan sosial peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (4) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan multikultural berbasis deep learning meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran aktif, serta kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran yang mengintegrasikan nilai multikultural dengan pendekatan deep learning. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan peningkatan kesiapan guru maupun peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Berdasarkan penelitian, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pemahaman guru terhadap pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Surakarta menunjukkan bahwa guru telah memiliki kesadaran yang cukup baik terhadap pentingnya keberagaman dalam proses pembelajaran.Guru tidak lagi memandang perbedaan latar belakang peserta didik sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian dari dinamika kelas yang perlu dikelola secara positif.Pemahaman ini tercermin dari sikap guru yang berusaha memperlakukan peserta didik secara adil, tidak diskriminatif, serta mulai mengaitkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai.Dengan demikian, pemahaman guru tidak hanya berada pada tingkat konsep, tetapi sudah mulai diarahkan pada penerapan dalam praktik pembelajaran, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis.Pemahaman guru terhadap pendekatan deep learning terlihat dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses pemahaman yang lebih mendalam.Guru mulai mendorong siswa untuk tidak sekadar mengetahui peristiwa sejarah, tetapi juga memahami makna di balik peristiwa tersebut serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.Selain itu, guru juga mulai memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis dan terlibat aktif dalam pembelajaran.Namun, pemahaman ini belum sepenuhnya diikuti dengan penerapan yang konsisten dalam setiap kegiatan pembelajaran, sehingga pendekatan deep learning masih muncul secara situasional.Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya belajar materi sejarah, tetapi juga belajar memahami dan menghargai perbedaan pandangan yang muncul.Selain itu, guru juga mulai mengaitkan materi sejarah dengan konteks kehidupan sosial siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.Meskipun demikian, implementasi yang dilakukan masih belum sepenuhnya terstruktur dalam perencanaan pembelajaran, sehingga penerapannya belum konsisten di setiap pertemuan.Kendala dalam penerapan pendidikan multikultural berbasis deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta meliputi beberapa aspek yang saling berkaitan.Keterbatasan waktu pembelajaran menjadi hambatan utama karena pendekatan ini membutuhkan proses yang lebih panjang untuk mencapai pemahaman yang mendalam.Selain itu, kesiapan siswa yang belum terbiasa dengan pembelajaran aktif juga memengaruhi jalannya proses pembelajaran.Di sisi lain, kesiapan guru dalam merancang dan mengelola pembelajaran yang mengintegrasikan nilai multikultural dengan pendekatan deep learning juga masih belum merata.Kondisi ini menyebabkan pembelajaran yang diharapkan bersifat mendalam dan interaktif belum dapat berjalan secara optimal.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai metode dan pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang keberagaman dan toleransi. Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak penerapan pendidikan multikultural terhadap sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dapat mengukur seberapa jauh nilai-nilai multikultural yang diajarkan di sekolah dapat diterapkan dalam interaksi sosial siswa di luar kelas. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung implementasi pendidikan multikultural. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi, seperti media sosial atau platform digital, dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang keberagaman budaya dan sosial.
| File size | 302.72 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKOUMKO Perkembangan teknologi informasi pada era digital mendorong instansi pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses administrasi. SalahPerkembangan teknologi informasi pada era digital mendorong instansi pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses administrasi. Salah
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Hasilnya menunjukkan bahwa guru sejarah memiliki kompetensi pedagogik yang mencakup pemahaman karakteristik siswa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasiHasilnya menunjukkan bahwa guru sejarah memiliki kompetensi pedagogik yang mencakup pemahaman karakteristik siswa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Studi ini menyumbang kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan berbagai perspektif dan menawarkan implikasi praktis untuk pengembangan kewirausahaanStudi ini menyumbang kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan berbagai perspektif dan menawarkan implikasi praktis untuk pengembangan kewirausahaan
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Kesimpulan yang bisa ditarik bahwa beban kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signfikan terhadap Kinerja Pegawai UIN Maulana Malik IbrahimKesimpulan yang bisa ditarik bahwa beban kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signfikan terhadap Kinerja Pegawai UIN Maulana Malik Ibrahim
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Instrumen yang digunakan berupa soal uraian materi ikatan kimia yang telah diuji valid dan reliabel materi ikatan kimia. Hasil penelitian menunjukkan pesertaInstrumen yang digunakan berupa soal uraian materi ikatan kimia yang telah diuji valid dan reliabel materi ikatan kimia. Hasil penelitian menunjukkan peserta
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Studi bibliometrik ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru di era digital merupakan tema riset yang berkembang pesat, berpusat pada professional developmentStudi bibliometrik ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru di era digital merupakan tema riset yang berkembang pesat, berpusat pada professional development
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Survei tersebut mengukur tiga variabel utama: konsumsi budaya populer asing, keterlibatan keluarga, dan nasionalisme. Analisis data dilakukan menggunakanSurvei tersebut mengukur tiga variabel utama: konsumsi budaya populer asing, keterlibatan keluarga, dan nasionalisme. Analisis data dilakukan menggunakan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES E-modul yang dikembangkan layak secara materi dengan validasi 98,12% dari ahli materi dan 93,59% dari ahli media. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa e-modulE-modul yang dikembangkan layak secara materi dengan validasi 98,12% dari ahli materi dan 93,59% dari ahli media. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa e-modul
Useful /
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personalisasi berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap impulse buying melalui emosi konsumenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personalisasi berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap impulse buying melalui emosi konsumen
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Metode kuantitatif dengan survei dan analisis SEM-PLS 3 menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikanMetode kuantitatif dengan survei dan analisis SEM-PLS 3 menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme kognitif yang mendasari pengambilan keputusan karier pada mahasiswa dengan menggunakan kerangka SocialPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme kognitif yang mendasari pengambilan keputusan karier pada mahasiswa dengan menggunakan kerangka Social
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Model Problem Based Learning bermuatan karakter dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa melalui peningkatan potensi intrapersonal. Hasil penelitianModel Problem Based Learning bermuatan karakter dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa melalui peningkatan potensi intrapersonal. Hasil penelitian