UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Larung sesaji merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Jawa, khususnya di kawasan pesisir. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan syukur, penghormatan, dan doa perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu pelaksanaannya terdapat di Pantai Balekambang, Desa Bantur, Kabupaten Malang, yang digelar setiap 1 Sura dengan prosesi yang tetap lestari hingga kini. Tradisi tersebut kemudian menjadi dasar penciptaan karya seni lukis bergaya dekoratif dengan teknik hatching yang mengangkat rangkaian prosesi larung sesaji di Bantur sebagai objek utama. Tujuan penciptaan karya ini adalah mendokumentasikan proses perwujudan seni lukis dekoratif sekaligus menggambarkan hasil visual yang dihadirkan melalui pemilihan elemen budaya lokal tersebut. Penciptaan dilakukan menggunakan metode Sudarsono yang terdiri atas tahap eksperimen, perenungan, dan pembentukan untuk memperoleh bentuk visual yang sesuai dengan konsep berkarya. Karya yang dihasilkan berjumlah enam lukisan yang menyajikan visualisasi prosesi larung sesaji dari awal hingga akhir. Keenam karya tersebut berjudul Genduren, Lurah Kantun, Arak Jolen, Anglarung Saji, Jaranan, dan Wayangan. Seluruh karya kemudian dipamerkan kepada publik sebagai upaya pelestarian kearifan lokal sekaligus sarana apresiasi seni bagi masyarakat. Dengan demikian, penciptaan karya ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kecintaan generasi sekarang terhadap tradisi budaya larung sesaji.

Tradisi larung sesaji di Pantai Balekambang tetap lestari sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa.Penciptaan karya seni lukis dekoratif menggunakan teknik hatching berhasil merepresentasikan prosesi tersebut secara visual.Hasil karya mampu menjadi media pelestarian budaya dan edukasi bagi masyarakat.Penelitian selanjutnya perlu memperluas partisipasi masyarakat, menggali makna simbolik lebih dalam, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau generasi muda.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran masyarakat lokal dalam pelestarian tradisi larung sesaji melalui pendekatan kolaboratif. Selain itu, penelitian bisa menggali makna simbolik dalam setiap tahap prosesi larung sesaji untuk memperkaya interpretasi budaya. Penggunaan media digital interaktif seperti aplikasi virtual reality dapat dikembangkan untuk meningkatkan akses dan pemahaman generasi muda terhadap tradisi ini.

  1. HUBUNGAN SISTEM KEPERCAYAAN DAN JENIS PEKERJAAN DENGAN TINGKAT PARTISIPASI NELAYAN DALAM UPACARA ADAT... ejurnal.undana.ac.id/index.php/jgeo/article/view/14349HUBUNGAN SISTEM KEPERCAYAAN DAN JENIS PEKERJAAN DENGAN TINGKAT PARTISIPASI NELAYAN DALAM UPACARA ADAT ejurnal undana ac index php jgeo article view 14349
  2. Semut sebagai Ide Dasar Penciptaan Drawing dengan Teknik Cross Contour dan Pointilis | Realisasi : Ilmu... journal.asdkvi.or.id/index.php/Realisasi/article/view/782Semut sebagai Ide Dasar Penciptaan Drawing dengan Teknik Cross Contour dan Pointilis Realisasi Ilmu journal asdkvi index php Realisasi article view 782
  3. Pemandangan Alam Tiris Kabupaten Probolinggo sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Naturalisme | Journal... doi.org/10.17977/um064v3i72023p1004-1021Pemandangan Alam Tiris Kabupaten Probolinggo sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Naturalisme Journal doi 10 17977 um064v3i72023p1004 1021
  4. Game Monster Hunter sebagai Inspirasi dalam Karya Drawing Menggunakan Teknik Cross Hatching | Filosofi... doi.org/10.62383/filosofi.v2i2.593Game Monster Hunter sebagai Inspirasi dalam Karya Drawing Menggunakan Teknik Cross Hatching Filosofi doi 10 62383 filosofi v2i2 593
  5. Ekspresi Dampak Homesickness pada Mahasiswa Rantau dalam Penciptaan Seni Lukis | Journal of Language... doi.org/10.17977/um064v5i42025p408-418Ekspresi Dampak Homesickness pada Mahasiswa Rantau dalam Penciptaan Seni Lukis Journal of Language doi 10 17977 um064v5i42025p408 418
Read online
File size1.48 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test