UINUIN

Sharia Agribusiness JournalSharia Agribusiness Journal

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi risiko pada aktivitas produksi bibit anggur dengan Teknik penyambungan (grafting) di Arga Urban Farming, (2) Mengukur Tingkat risiko pada aktivitas produksi bibit anggur dengan Teknik penyambungan (grafting) di Arga Urban Farming, (3) Memetakan risiko produksi bibit anggur dengan teknik penyambungan (grafting) di Arga Urban Farming, dan (4) Merekomendasikan mitigasi risiko serta prioritas yang dapat diterapkan untuk mengendalikan risiko pada aktivitas produksi bibit anggur dengan teknik penyambungan (grafting) di Arga Urban Farming. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi HOR (House of Risk) dan diagram pareto. Berdasarkan penelitian ini didapatkan 18 kejadian risiko dan 24 penyebab risiko pada seluruh rangkaian proses produksi bibit anggur di Arga Urban Farming. Berdasarkan hasil identifikasi mitigasi risiko yang tepat melalui perhitungan pada HOR fase 1 dan pemetaan risiko menggunakan diagram pareto, terdapat 10 penyebab risiko prioritas (2 pada proses penyambungan, 5 pada proses pemeliharaan, 1 pada proses sortasi, dan 2 pada proses pengemasan). Untuk menangani penyebab risiko prioritas tersebut, maka perlu dilakukan 20 tindakan mitigasi pada proses produksi bibit anggur di Arga Urban farming.

Identifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko yang dilakukan pada seluruh proses produksi bibit anggur di Arga Urban Farming adalah sebagai berikut.terdapat 21 kejadian risiko dan 26 penyebab risiko pada seluruh rangkaian proses produksi bibit anggur.Penyebab risiko dengan nilai ARP tertinggi pada proses penyambungan adalah sambungan tidak sesuai prosedur, pada proses pemeliharaan adalah cuaca tidak konsisten, pada proses sortasi adalah pekerja yang melakukan sortasi terlalu sedikit, dan pada proses pengemasan adalah bibit yang berukuran terlalu besar lolos sortasi.Pemetaan risiko menghasilkan 10 penyebab risiko prioritas yang terdiri dari 2 pada proses penyambungan, 5 pada proses pemeliharaan, 1 pada proses sortasi, dan 2 pada proses pengemasan.Terdapat 20 mitigasi yang direkomendasikan untuk mengurangi risiko produksi bibit anggur di Arga Urban Farming.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknik grafting yang lebih efektif untuk mengurangi risiko kegagalan produksi bibit anggur. Selain itu, studi tentang pengaruh perubahan iklim terhadap proses pemeliharaan bibit anggur di Arga Urban Farming juga relevan untuk diperdalam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi digital dalam sistem manajemen risiko pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi identifikasi serta mitigasi risiko.

  1. Identifikasi Risiko Rantai Pasok dengan Metode House of Risk (HOR) | Hadi | Performa: Media Ilmiah Teknik... jurnal.uns.ac.id/performa/article/view/46388Identifikasi Risiko Rantai Pasok dengan Metode House of Risk HOR Hadi Performa Media Ilmiah Teknik jurnal uns ac performa article view 46388
Read online
File size1.38 MB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test