UINUIN

Sharia Agribusiness JournalSharia Agribusiness Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian pakan berbasis fermentasi isi rumen sapi dan fermentasi darah sapi terhadap pertumbuhan dan kualitas nutrisi maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternative pakan unggas. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diberikan pakan fermentasi isi rumen sapi dan fermentasi darah sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1 (Kulit semangka segar 75% dan dedak padi 25%); P2 (Fermentasi isi rumen sapi 75% dan dedak padi 25%); P3 (Fermentasi darah sapi 75% dan dedak padi 25%); P4 (Fermentasi isi rumen sapi 37,5%, fermentasi darah sapi 37,5% dan dedak padi 25%). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan maggot, mortalitas, kadar air, protein kasar, serat kasar, serta bobot kering, bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pada sebagian besar parameter, perlakuan P3 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan bobot segar dan bobot kering maggot. Sementara itu, parameter kadar air, bahan kering, protein kasar dan serat kasar tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Dengan demikian, limbah rumah potong hewan (RPH) seperti isi rumen sapi dan darah sapi berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai media pakan maggot BSF yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pemberian fermentasi isi rumen sapi dan fermentasi darah sapi terhadap pertumbuhan dan nutrisi maggot BSF, dapat disimpulkan bahwa perlakuan media pakan yang berbeda, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter bobot segar akhir, bobot kering, kadar air, bahan kering, protein kasar dan serat kasar untuk pertumbuhan berada di hari ke 3 dan 15.Namun demikian, perlakuan dengan fermentasi darah sapi dan dedak (P3) menunjukkan hasil yang optimal meningkatkan bobot segar dan bobot kering maggot yaitu berturut-turut sebesar 13,26±1,03 gram dan 2,53±0,75 gram.Sementara itu parameter kadar air, bahan kering, protein kasar dan serat kasar tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun terdapat variasi antar perlakuan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji potensi penggunaan limbah organik lain seperti kulit buah atau limbah pertanian sebagai media tumbuh maggot BSF, dengan membandingkan efisiensi nutrisi dan biaya produksi. Selain itu, perlu diteliti optimalisasi rasio fermentasi antara isi rumen dan darah sapi untuk meningkatkan kandungan protein dan mengurangi risiko keracunan pada maggot. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi fermentasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan untuk skala produksi besar.

Read online
File size492.69 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test