UINUIN

Sharia Agribusiness JournalSharia Agribusiness Journal

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kejadian dan penyebab risiko; (2) Mengetahui tingkat risiko; (3) Memetakan risiko; dan (4) Merekomendasikan strategi preventif yang dapat diterapkan dalam mengendalikan risiko yang tepat pada proses produksi selada hijau di T.G.F Co., Ltd. Analisis data dilakukan menggunakan metode HOR fase 1, Diagram Pareto, dan HOR fase 2. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan studi pustaka. Narasumber pada penelitian ini adalah kepala produksi, wakil pemimpin lapangan, dan karyawan tetap T.G.F Co., Ltd. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 18 kejadian risiko dan 22 penyebab risiko pada seluruh proses produksi selada hijau di T.G.F Co., Ltd. Berdasarkan hasil analisis model HOR fase 1 dan pemetaan risiko menggunakan diagram pareto, diketahui terdapat 9 penyebab risiko prioritas (2 pada penyemaian, 1 pada penanaman, 4 pada pemeliharaan, dan 2 pada pemanenan). Untuk menghadapi penyebab risiko prioritas tersebut, dirumuskan 19 aksi preventif atau strategi mitigasi pada proses produksi selada hijau di T.G.F Co., Ltd.

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa identifikasi kejadian dan risiko dilakukan pada setiap proses produksi selada hijau di T., Ltd, yaitu penyemaian, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan, dengan hasil 18 kejadian risiko (2 pada penyemaian, 3 pada penanaman, 8 pada pemeliharaan, dan 5 pada pemanenan) dan 22 penyebab risiko (4 pada penyemaian, 3 pada penanaman, 9 pada pemeliharaan, dan 6 pada pemanenan).Pengukuran risiko pada proses produksi selada hijau di T., Ltd dilakukan menggunakan model HOR fase 1 yang menghasilkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) dari yang terbesar hingga terkecil untuk menentukan urutan penyebab risiko yang harus diprioritaskan.Penyebab risiko dengan penilaian ARP tertinggi pada setiap proses produksi adalah suhu terlalu rendah (A4) pada proses penyemaian, benih dimakan hama (burung dan tikus) (A5) pada proses penanaman, banyak gulma (A11) pada proses pemeliharaan, dan tanaman diserang hama dan penyakit (A18) pada proses pemanenan.Pemetaan risiko dilakukan untuk menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas untuk tindakan preventif atau mitigasi.Hasil pemetaan risiko pada proses produksi selada hijau di T., Ltd menunjukkan total 9 penyebab risiko yang diprioritaskan (2 pada penyemaian, 1 pada penanaman, 4 pada pemeliharaan, dan 2 pada pemanenan).Berdasarkan hasil identifikasi strategi mitigasi dan perhitungan HOR fase 2, diperoleh 19 aksi preventif (PA) atau strategi mitigasi pada seluruh proses produksi selada hijau di T.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. T.G.F Co., Ltd perlu melakukan tindak lanjut terhadap penyebab risiko yang terjadi pada setiap proses produksi, dengan fokus pada penyebab risiko prioritas. 2. T.G.F Co., Ltd dapat menerapkan strategi mitigasi risiko yang direkomendasikan berdasarkan hasil penelitian, yaitu: (1) Proses penyemaian: menggunakan matras pemanas di musim dingin untuk menjaga stabilitas suhu nampan semai. (2) Proses penanaman: memasang lebih banyak perangkap ultrasonik dengan visual burung hantu untuk mengusir hama. (3) Proses pemeliharaan: menetapkan jadwal aplikasi pestisida rutin dan teratur. (4) Proses pemanenan: memaksimalkan pemeliharaan selama proses pertumbuhan. Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas dan dampak dari strategi mitigasi yang diterapkan, serta mengeksplorasi inovasi teknologi dan praktik terbaik dalam industri pertanian untuk mengurangi risiko produksi selada hijau.

Read online
File size900.17 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test