AN NADWAHAN NADWAH

Tarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DiniTarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan konseling melalui permainan kelompok dalam membantu mengatasi hambatan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak BKMT An Nisa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah salah satu anak kelas A yang mengalami hambatan motorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mengalami hambatan motorik yang ditandai dengan lambat, cenderung pasif, dan membutuhkan pendampingan guru dalam gerakan pembelajaran. Guru memberikan pendekatan konseling melalui permainan kelompok seperti menggunting, menempel, serta mengikuti gerakan guru untuk melatih motorik kasar dan motorik halus anak. Setelah diberikan stimulasi dan pendampingan secara bertahap, anak menunjukkan perkembangan yang positif, seperti lebih aktif, percaya diri, mampu berinteraksi dengan teman, dan mengikuti arahan guru dengan lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan konseling melalui permainan kelompok efektif dalam membantu perkembangan motorik anak usia dini. Keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh stimulasi yang tepat, suasana belajar yang menyenangkan, serta kerja sama antara guru dan orang tua.

Perkembangan motorik anak usia dini memerlukan stimulasi dan pendampingan yang tepat.Pendekatan konseling melalui permainan kelompok efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik anak.Kerja sama antara guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan sangat penting untuk optimalisasi perkembangan motorik anak.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi efektivitas pendekatan konseling berbasis teknologi dalam meningkatkan motorik anak usia dini. Kedua, studi tentang dampak jangka panjang pendekatan permainan kelompok terhadap perkembangan sosial dan emosional anak perlu dilakukan. Ketiga, pengembangan program konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anak berkebutuhan khusus dapat menjadi fokus penelitian baru. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang strategi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. PERAN GURU DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI | Mahmud | VOX EDUKASI: Jurnal... jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/VOX/article/view/2898PERAN GURU DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI Mahmud VOX EDUKASI Jurnal jurnal stkippersada ac jurnal index php VOX article view 2898
  2. Permainan Estafet untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun | Jurnal Obsesi : Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/1166Permainan Estafet untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5 6 Tahun Jurnal Obsesi Jurnal obsesi index php obsesi article view 1166
  3. PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI | Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP... journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/11075PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Didaktik Jurnal Ilmiah PGSD STKIP journal stkipsubang ac index php didaktik article view 11075
Read online
File size202.71 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test