DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Accounting and Finance ManagementJournal of Accounting and Finance Management

Penelitian ini menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus terhadap belanja modal, dengan kemandirian fiskal sebagai variabel moderasi pada 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum tidak berpengaruh langsung terhadap belanja modal, sedangkan dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan. Kemandirian fiskal terbukti memperkuat pengaruh pendapatan asli daerah terhadap belanja modal, namun tidak memoderasi dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Temuan ini menjadi kebaruan penting karena membuktikan bahwa efektivitas moderasi kemandirian fiskal bersifat spesifik menurut karakteristik masing-masing sumber penerimaan, bukan berlaku seragam pada seluruh dana transfer.

Penelitian tentang pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap belanja modal dengan kemandirian fiskal sebagai variabel moderasi pada kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat periode 2020-2024 menunjukkan bahwa DAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal, sedangkan PAD dan DAU tidak berpengaruh signifikan.Kemandirian fiskal terbukti memperkuat pengaruh PAD terhadap belanja modal, namun tidak mampu memoderasi pengaruh DAU dan DAK.Secara teoritis, temuan ini memperkuat relevansi teori flypaper effect dalam menjelaskan efektivitas DAK sebagai specific grant, sekaligus membuktikan bahwa teori agensi berlaku kondisional tergantung tingkat kemandirian fiskal daerah.Secara praktis, pemerintah pusat perlu mempertahankan mekanisme kondisionalitas DAK agar belanja modal tetap terjaga, sementara pemerintah daerah perlu memprioritaskan peningkatan kemandirian fiskal sebagai prasyarat agar PAD dapat dioptimalkan untuk belanja modal yang produktif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan wilayah dengan mereplikasi model penelitian ini pada provinsi lain dengan tingkat kemandirian fiskal yang lebih tinggi guna menguji konsistensi peran moderasi kemandirian fiskal. Selain itu, periode pengamatan dapat diperpanjang dan variabel lain seperti Dana Bagi Hasil (DBH) atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dapat ditambahkan untuk memperoleh model yang lebih komprehensif. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami determinan yang mendorong optimalisasi belanja modal dan memperkuat temuan penelitian ini.

  1. PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA BAGI HASIL... doi.org/10.29103/jeru.v5i1.7918PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN DANA ALOKASI UMUM DAN DANA BAGI HASIL doi 10 29103 jeru v5i1 7918
  2. Pengaruh PAD, DBH, DAU dan DAK Terhadap Belanja Modal Daerah Sumatera Utara Tahun 2017-2019 | Owner :... owner.polgan.ac.id/index.php/owner/article/view/765Pengaruh PAD DBH DAU dan DAK Terhadap Belanja Modal Daerah Sumatera Utara Tahun 2017 2019 Owner owner polgan ac index php owner article view 765
  3. PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK), DAN DANA BAGI... jurnal.stieww.ac.id/index.php/jrabi/article/view/778PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH PAD DANA ALOKASI UMUM DAU DANA ALOKASI KHUSUS DAK DAN DANA BAGI jurnal stieww ac index php jrabi article view 778
Read online
File size376.38 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test