ITBMPOLMANITBMPOLMAN

AGRINOVA: Jurnal Inovasi AgribisnisAGRINOVA: Jurnal Inovasi Agribisnis

Wilayah pesisir Indonesia, khususnya Desa Karama, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Ketergantungan masyarakat pada penjualan hasil tangkap dalam bentuk mentah menyebabkan fluktuasi pendapatan yang tidak stabil serta rendahnya nilai tambah produk perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dampak diversifikasi produk perikanan terhadap nilai ekonomi masyarakat pesisir, (2) menganalisis faktor-faktor penghambat dalam pengembangan produk olahan perikanan, dan (3) merumuskan strategi optimalisasi produk perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan metode Analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui survei, kuesioner, dan wawancara mendalam terhadap 40 informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling, meliputi nelayan, pelaku UMKM perikanan, penyuluh, dan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk perikanan (ikan asap, abon ikan, kerupuk, fillet, dan bakso ikan) mampu meningkatkan rata-rata pendapatan masyarakat pesisir sebesar 78% dibandingkan nelayan yang hanya mengandalkan perikanan tangkap konvensional. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama berupa ketersediaan bahan baku yang melimpah dan kelemahan berupa minimnya inovasi dan akses teknologi. Strategi SO dirumuskan sebagai prioritas utama, yaitu pengembangan produk olahan bernilai tinggi melalui kemitraan industri, penguatan kapasitas SDM, dan dukungan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi bisnis inklusif berbasis diversifikasi produk perikanan merupakan instrumen efektif dalam meningkatkan nilai ekonomi dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Polewali Mandar.

Diversifikasi produk perikanan terbukti berdampak signifikan terhadap peningkatan nilai ekonomi masyarakat pesisir Desa Karama.Rata-rata pendapatan meningkat sebesar 78% dibandingkan kelompok nelayan yang hanya mengandalkan perikanan tangkap konvensional, dengan peningkatan tertinggi pada produk fillet dan bakso ikan (118%).Faktor penghambat utama dalam pengembangan produk olahan perikanan di Desa Karama meliputi keterbatasan akses teknologi, rendahnya kapasitas SDM, minimnya akses permodalan, keterbatasan jaringan pasar, dan fluktuasi ketersediaan bahan baku.Strategi bisnis inklusif yang terintegrasi mencakup diversifikasi produk, penguatan SDM, akses pasar dan teknologi, serta dukungan kebijakan merupakan instrumen efektif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Polewali Mandar secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi pengolahan perikanan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan komunitas berbasis kearifan lokal yang melibatkan peran lembaga pendidikan dan pelaku usaha. Terakhir, penelitian juga perlu mengkaji strategi pemasaran digital dan ekspansi pasar regional untuk meningkatkan daya saing produk olahan perikanan daerah. Ketiga arah penelitian ini dapat memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir melalui inovasi teknologi, pendidikan berkelanjutan, dan pengembangan pasar yang lebih luas.

Read online
File size217.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test