ITSIITSI

Jurnal Agro FabricaJurnal Agro Fabrica

Kehilangan minyak pada biji (nut) merupakan parameter penting dalam menentukan kerugian selama evaluasi proses di pabrik kelapa sawit (PKS). Penentuan kehilangan minyak pada nut di PKS masih menjadi perdebatan karena perbedaan metode persiapan sampel, khususnya apakah menggunakan nut utuh atau nut yang telah dibuka, serta apakah dibersihkan atau tidak dari serat yang melekat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode persiapan sampel dan waktu ekstraksi Soxhlet terhadap kehilangan minyak pada nut. Sampel nut diambil dari stasiun press dengan empat kondisi: nut utuh tidak dibersihkan, nut utuh dibersihkan, cangkang pecah tidak dibersihkan, dan cangkang pecah dibersihkan. Analisis kadar minyak dilakukan dengan metode Soxhlet menggunakan n-heksana sebagai pelarut pada waktu ekstraksi 1,5 hingga 7 jam. Hasil menunjukkan bahwa analisis nut utuh menghasilkan kadar minyak lebih tinggi dibandingkan sampel cangkang, karena minyak inti dalam nut ikut diekstraksi. Sampel nut utuh tidak dibersihkan menunjukkan kadar minyak lebih tinggi dibandingkan nut yang dibersihkan, menunjukkan bahwa serat permukaan nut mengandung minyak tinggi. Sebaliknya, sampel cangkang yang dibersihkan menghasilkan kadar minyak rendah. Standarisasi persiapan sampel diperlukan untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih representatif dan menyesuaikan rasio konversi dengan TBS dalam perhitungan kerugian. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan melakukan analisis kehilangan minyak pada nut dengan sampel cangkang pecah, tidak dibersihkan, dan waktu ekstraksi Soxhlet 3 jam.

Metode persiapan sampel dan waktu ekstraksi Soxhlet berpengaruh pada hasil analisis kehilangan minyak pada nut di PKS.Sampel nut utuh, terutama yang tidak dibersihkan, menghasilkan kadar minyak lebih tinggi dibandingkan sampel nut pecah karena masih adanya serat yang melekat dan minyak inti ikut diekstraksi.Sampel cangkang pecah dan dibersihkan menghasilkan nilai kehilangan minyak rendah dan stabil.Perbedaan kondisi sampel dan perlakuan pembersihan menyebabkan variasi hasil analisis yang memengaruhi interpretasi performa proses di PKS.Pembersihan serat secara berlebihan sebelum analisis berpotensi menyebabkan nilai kehilangan minyak lebih rendah dari kondisi aktual di lapangan karena serat tersebut tetap melekat di nut dan terbuang sebagai bahan bakar boiler.Diperlukan standarisasi persiapan sampel untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih representatif dan kesesuaian rasio konversi terhadap TBS pada perhitungan kehilangan minyak.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh metode pembersihan serat yang berbeda pada kadar minyak nut dan kehilangan minyak di PKS. Selain itu, penelitian perlu mengoptimalkan waktu ekstraksi Soxhlet untuk menyeimbangkan akurasi hasil analisis dengan efisiensi proses. Riset juga dapat mengembangkan metode alternatif untuk mengukur kehilangan minyak yang lebih sesuai dengan kondisi nyata di pabrik, terutama dengan mempertimbangkan keberadaan serat pada nut dan cangkang yang tidak dibersihkan.

Read online
File size674.25 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test