UNNESUNNES

Journal of Indonesian HistoryJournal of Indonesian History

Kawasan alun-alun merupakan salah satu ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat sebagai tempat untuk berbagai kegiatan, seperti kegiatan keagamaan, upacara peringatan, festival, aktivitas olahraga, ataupun sekedar menjadi tempat untuk berekreasi. Pemerintah kota melakukan revitalisasi di kawasan alun-alun dan kawasan jalan Pancasila. Kondisi ini dilatarbelakangi karena keadaan di kawasan tersebut kurang tertata dan terlihat kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh yang ditimbulkan pada pekerja informal yang berada di kawasan alun-alun dan sekitarnya setelah adanya proyek revitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui pencarian sumber tertulis, melakukan observasi lapangan, dokumentasi dan melakukan wawancara pada pihak-pihak terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek revitalisasi di kawasan alun-alun dan kawasan Jalan Pancasila yang berfungsi sebagai ruang publik sudah terlaksana dengan cukup baik, namun belum cukup maksimal. Hal ini tercermin dari (1) perencanaan proyek revitalisasi yang dicanangkan pemerintah kota di kawasan alun-alun belum maksimal, hal ini menimbang dari fungsi alun-alun Kota Tegal dari masa ke masa (2) Terdapat beberapa pekerja informal yang mendapatkan pengaruh kurang baik seperti penurunan pendapatan yang drastis setelah adanya proyek revitalisasi (3) Terdapat pula beberapa pekerja informal yang mengalami peningkatan penghasilan setelah adanya proyek revitalisasi tersebut.

Alun-alun sebagai ruang publik yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan, dinilai memiliki kondisi yang cukup memprihatinkan sebelum adanya revitalisasi.Hal ini tercermin dari seringkali terciumnya bau tidak sedap dari drainase yang mengelilingi alun-alun.Selain itu terlihat bahwa kawasan alun-alun hingga menuju kawasan stasiun, dipenuhi dengan pedagang kaki lima dan kantung-kantung parkir yang tidak tertata dengan baik.Proyek revitalisasi kawasan alun-alun meliputi perbaikan elemen fisik di kawasan tersebut, seperti dengan meperlebar arena jogging track, pembuatan taman bunga di lapangan alun-alun dan disertai dengan keberadaan air mancur dan flying deck.Pada proyek revitalisasi kawasan Jalan Pancasila, pembangunan yang dilakukan adalah memperlebar jalan, trotoar, jembatan, dan tidak luput juga penataan Taman Pancasila yang saat ini dilengkapi dengan lokomotif antik buatan Jerman.Penataan pusat Kota Tegal ini membuat kawasan tersebut menjadi lebih tertata, indah untuk dilihat, serta nyaman untuk dikunjungi.Upaya revitalisasi kawasan alun-alun dan kawasan Jalan Pancasila ini sudah berjalan dengan cukup baik, keberhasilan revitalisasi ini diukur dari banyaknya pengunjung yang berdatangan untuk bersantai, berekreasi, atau sekedar untuk berolahraga di kawasan ini.Namun, di satu sisi upaya pembangunan ini masih belum cukup maksimal, hal tersebut menimbang dari pekerja informal yang terdampak dari proyek revitalisasi ini.Dampak yang paling signifikan dirasakan oleh pekerja informal dari proses pembangunan ini adalah menurunnya pendapatan sehari-hari, relokasi yang dilakukan oleh pemerintah kota setelah pembongkaran lapak dagang mereka.Pekerja informal yang mengalami penurunan pendapatan diantaranya, pedagang tukang parkir.Dengan pendapatan yang berkurang, maka hasil dari penjualan tersebut hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dan untuk memutar kembali modal usaha.Pekerja informal yang mendapatkan peluang dari proyek revitalisasi ini diantaranya adalah tukang odong-odong atau mobil hias, tukang foto keliling dan badut.Dengan wajah kota yang baru meningkatkan antusiasme dan rasa penasaran masyarakat, dan ruang publik yang sudah tertata dengan indah ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk diabadikan, sehingga menciptakan peluang pasar yang besar untuk digeluti.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang revitalisasi terhadap ekonomi pekerja informal di kawasan alun-alun, seperti apakah penurunan pendapatan sementara atau permanen. Selain itu, studi perbandingan metode revitalisasi antar kota bisa dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan yang berbeda dalam meningkatkan kualitas ruang publik tanpa mengorbankan keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Terakhir, penelitian juga dapat mengkaji partisipasi masyarakat dalam perencanaan revitalisasi agar kebutuhan lokal lebih terpenuhi, seperti penggunaan teknologi digital untuk memfasilitasi interaksi antara pemerintah dan pengguna ruang publik.

Read online
File size230.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test