IIKNUTUBANIIKNUTUBAN

Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama TubanJurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Perawat sebagai profesi dituntut bekerja secara profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan. Berbagai tuntutan pekerjaan dapat menyebabkan burnout yang ditandai dengan sikap sinis terhadap orang lain, acuh tak acuh, muka masam, mudah marah tanpa alasan, dan merasa lelah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. R. Koesma Tuban. Desain penelitian menggunakan pendekatan korelasi analitik dengan sampel 40 responden. Analisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi kerja dengan burnout (p = 0,001). Kesimpulan: motivasi kerja memengaruhi tingkat burnout. Perawat diharapkan mempertahankan atau meningkatkan motivasi kerjanya, sedangkan rumah sakit perlu mengevaluasi faktor pendukung motivasi kerja untuk optimalisasi pelayanan.

Sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja tinggi dan hampir seluruhnya mengalami burnout rendah.Terdapat hubungan signifikan antara motivasi kerja dengan tingkat burnout pada perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr.Motivasi kerja tinggi berdampak pada penurunan risiko burnout.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem manajemen stres kerja berbasis teknologi digital untuk membantu perawat mengelola tekanan pekerjaan. Selain itu, pentingnya studi tentang pengaruh kebijakan penghargaan non-moneter terhadap peningkatan motivasi kerja perawat. Penelitian juga perlu mengeksplorasi peran komunikasi interpersonal antarperawat dalam mengurangi risiko burnout melalui pendekatan kolaboratif dan dukungan sosial di tempat kerja.

Read online
File size554.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test