ITSIITSI

Jurnal Agro FabricaJurnal Agro Fabrica

Pengurangan kehilangan minyak merupakan parameter kritis dalam mengevaluasi kinerja operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Penerapan mesin bunch press merupakan upaya strategis untuk meminimalkan kehilangan minyak dari tandan kosong. Studi ini bertujuan mengevaluasi hubungan deterministik antara kadar minyak tandan kosong (EB) sebagai masukan dan kadar minyak tandan kosong press (EBP) sebagai keluaran. Penelitian dilakukan di tiga PKS dengan kapasitas 75 ton/jam dan 60 ton/jam yang umumnya menggunakan buah segar berkualitas homogen. Data operasional dari Januari hingga April 2026 dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan koefisien determinasi (R²) sangat rendah di semua lokasi: 0,00005 (PKS A), 0,0402 (PKS B), dan 0,0036 (PKS C). Variabilitas nonlinear tinggi menunjukkan tidak adanya korelasi signifikan antara kadar minyak masukan dan keluaran. Temuan ini memperkuat bahwa efisiensi pemulihan minyak di unit bunch press lebih dipengaruhi oleh integritas mekanis dan parameter mesin daripada variasi kadar minyak awal EFB.

Tidak terdapat korelasi signifikan antara kadar minyak EB dan EBP di tiga PKS.R² yang sangat rendah menunjukkan bahwa efisiensi bunch press bergantung pada faktor mekanis, bukan kualitas bahan baku.Variabilitas kadar minyak EBP tidak dipengaruhi oleh masukan EB, sehingga perlu fokus pada peningkatan parameter mesin dan integritas mekanis.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh parameter mekanis seperti tekanan hidrolik dan tingkat keausan screw pada efisiensi ekstraksi minyak. Selain itu, studi tentang desain mesin bunch press yang lebih optimal untuk mengurangi kehilangan minyak pada kondisi bahan baku berpori tinggi perlu dikembangkan. Selanjutnya, penelitian tentang peran kualitas serat EB dalam proses pres juga diperlukan untuk memahami dinamika penyerapan minyak selama pengolahan.

Read online
File size561.99 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test