ITSIITSI

Jurnal Agro FabricaJurnal Agro Fabrica

Dalam konstruksi perumahan, atap merupakan komponen penting yang melindungi bangunan dari elemen cuaca. Genteng beton konvensional biasanya membutuhkan jumlah semen yang besar, sehingga menghasilkan biaya produksi yang relatif tinggi. Biaya dapat dikurangi dengan mengganti sebagian semen menggunakan abu boiler dan kalsium karbonat (CaCO3) serta mengoptimalkan kandungan air; pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan genteng beton yang lebih ekonomis, ringan, ramah lingkungan, dan memiliki kekuatan tekan yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ilmiah mengenai produksi genteng beton menggunakan semen, abu boiler, CaCO3, dan air diperlukan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Workshop Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan dari Oktober hingga Desember 2025. Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Non-Faktorial (CRD) dengan tiga perlakuan dan empat replikasi: S1 (40% semen, 30% abu boiler, 5% CaCO3, 25% air), S2 (35% semen, 30% abu boiler, 5% CaCO3, 30% air), dan S3 (30% semen, 30% abu boiler, 5% CaCO3, 35% air), menghasilkan total 12 sampel genteng beton. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif—khususnya dengan menghitung nilai rata-rata untuk setiap perlakuan—untuk mengidentifikasi perbedaan yang dihasilkan dari variasi komposisi bahan. Parameter yang diamati adalah penyerapan air (%) dan kekuatan tekan (MPa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan S1 menghasilkan genteng beton berkualitas tertinggi, ditandai dengan penyerapan air terendah (2,44%) dan kekuatan tekan tertinggi (18,33 MPa), dibandingkan S2 (4,91% penyerapan, 10,20 MPa kekuatan) dan S3 (11,55% penyerapan, 3,31 MPa kekuatan). Perbedaan ini menunjukkan bahwa variasi komposisi bahan memengaruhi kerapatan dan kekuatan genteng. Rasio semen-air yang lebih tinggi telah terbukti meningkatkan kerapatan material dan kekuatan tekan genteng, sementara kandungan air yang lebih tinggi cenderung meningkatkan porositas dan mengurangi kualitas genteng. Menggunakan abu boiler limbah padat sebagai substitusi agregat halus dapat mengurangi konsumsi semen tanpa mengorbankan kualitas genteng, sementara CaCO3 berfungsi efektif sebagai pengisi untuk meningkatkan kerapatan struktur dan kelancaran permukaan; sehingga kedua bahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan genteng beton berkualitas tinggi.

Proses pembuatan genteng beton dengan bahan utama semen, CaCO3, Air dan Abu Boiler dapat dilakukan melalui tahapan pencampuran material secara homogen, pencetakan, pemadatan, yang terkontrol.Setiap tahapan berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kekuatan struktur genteng yang dihasilkan.Komposisi air yang lebih banyak dibandingkan semen terbukti meningkatkan kepadatan material dan kekuatan tekan genteng, sedangkan peningkatan kadar semen cenderung meningkatkan porositas dan menurunkan mutu genteng.Penggunaan limbah padat abu boiler sebagai substansi pengganti agregat halus dapat mengurangi penggunaan semen tanpa menurunkan mutu genteng, sedangkan CaCO3 efektif digunakan sebagai filler untuk meningkatkan kepadatan struktur dan kehalusan permukaan, sehingga kedua bahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan genteng beton berkualitas tinggi.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan rasio abu boiler dan CaCO3 yang berbeda untuk mengevaluasi dampaknya terhadap sifat mekanik genteng beton. Selain itu, studi tentang ketahanan jangka panjang genteng beton yang menggunakan bahan limbah industri dapat dilakukan untuk memahami daya tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pemanfaatan bahan tambahan lain seperti limbah pertanian untuk mengganti sebagian komponen dalam formulasi genteng beton, dengan tujuan meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan.

Read online
File size422.59 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test