PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi global yang sedang berlangsung, merombak pariwisata, dan menekankan hubungan yang tak terpisahkan antara perjalanan dan kesehatan masyarakat. Para pelancong yang sangat mobile dapat membawa penyakit menular melintasi perbatasan, mengubah kerentanan lokal menjadi risiko global. Kegagalan untuk mengintegrasikan sistem kesehatan masyarakat yang kuat ke dalam sektor pariwisata berpotensi menciptakan ketidakstabilan sosioekonomi alih-alih pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Implementasi Perarem sebagai hukum adat kesehatan menawarkan Bali kerangka transformasional untuk membangun kesehatan perjalanan berkelanjutan yang berakar pada Tri Hita Karana.Integrasi ini harus dilakukan melalui adopsi bertahap yang jelas.Pertama, Perarem harus diselaraskan secara sistematis dengan pedoman kesehatan masyarakat nasional, menyelaraskan otoritas adat dengan hukum tertulis untuk menghilangkan tumpang tindih yurisdiksi.Kedua, model hibrida ini harus diuji coba di pusat wisata utama Bali, menyediakan lingkungan terkendali untuk menyempurnakan protokol di berbagai populasi, termasuk penduduk lokal, pekerja migran, dan wisatawan asing.Ketiga, setelah pengujian berhasil, kerangka kerja ini dapat diterapkan di seluruh pulau dengan mengerahkan jaringan banjar akar rumput untuk memperluas pengawasan kesehatan aktif ke ruang pariwisata informal, secara efektif menutup titik buta yang ditinggalkan oleh sistem konvensional.Kemudian, adaptasi potensial ke pengaturan lain dengan sistem adat yang serupa dapat dieksplorasi lebih lanjut.

Untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan, Bali dapat memanfaatkan Perarem sebagai mekanisme kesehatan masyarakat yang efektif. Perarem dapat diintegrasikan dengan sistem kesehatan masyarakat nasional, menyelaraskan otoritas adat dengan hukum tertulis untuk memastikan kepatuhan dan mencegah tumpang tindih yurisdiksi. Selain itu, Perarem dapat diuji coba di pusat wisata utama Bali, menyediakan lingkungan terkendali untuk menyempurnakan protokol kesehatan di berbagai populasi. Setelah pengujian berhasil, kerangka kerja ini dapat diterapkan di seluruh pulau dengan mengerahkan jaringan banjar akar rumput untuk memperluas pengawasan kesehatan aktif ke ruang pariwisata informal, menutup titik buta yang ditinggalkan oleh sistem konvensional.

  1. Local Wisdom, Global Impact: Integrating Perarem for Sustainable Tourism in Bali Province, Indonesia... doi.org/10.53638/phpma.2025.v13.i2.p00Local Wisdom Global Impact Integrating Perarem for Sustainable Tourism in Bali Province Indonesia doi 10 53638 phpma 2025 v13 i2 p00
  2. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
  3. Perceived quality of primary healthcare services among the National Health Insurance members and fee... phpmarchive.org/index.php/phpma/article/view/40Perceived quality of primary healthcare services among the National Health Insurance members and fee phpmarchive index php phpma article view 40
Read online
File size333.15 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test