ABHINAYAABHINAYA

Journal of Public Health and NursingJournal of Public Health and Nursing

Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun simetris pada sendi tangan dan kaki yang mengalami peradangan sehingga menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan dapat menyebabkan kerusakan sendi. Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang meningkat karena kerusakan jaringan. Terapi non-farmakologis dapat berupa kompres hangat dengan jahe untuk mengurangi intensitas nyeri. Artritis reumatoid menyebabkan kerusakan sendi dan sering kali menyebabkan morbiditas yang signifikan serta kematian. Masalah atau keluhan utama yang dialami oleh klien dengan artritis reumatoid meliputi nyeri, kaku, dan kelemahan. Sampai saat ini, masalah keperawatan yang muncul adalah nyeri kronis. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi efektivitas implementasi kompres hangat dengan jahe dalam perawatan keperawatan untuk artritis reumatoid pada Ny. A dengan masalah nyeri kronis. Desain yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah laporan kasus yang bertujuan mengevaluasi perawatan keperawatan artritis reumatoid pada Ny. A dengan masalah nyeri kronis. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan perawatan keperawatan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Implementasi yang dilakukan pada kedua klien adalah memberikan terapi kompres hangat menggunakan dekoken jahe. Hasil yang diperoleh pada hari ketiga pengobatan, skala nyeri pada klien berkurang dari 7 menjadi 3. Dari hasil ini diharapkan klien dapat menerapkan terapi kompres hangat menggunakan jahe secara mandiri dan masalah yang terjadi pada klien artritis reumatoid dapat diselesaikan secara sempurna.

Setelah mendiskusikan perawatan keperawatan artritis gout pada Ny.A dengan masalah nyeri kronis, ditemukan bahwa hasil studi perawatan keperawatan pada Ny.A, seorang lansia yang mengalami artritis gout, semua data pada klien sesuai dengan teori.A diketahui menderita artritis gout melalui tanda dan gejala, yaitu nyeri tiba-tiba pada sendi, menghilang dengan usia.Dalam diagnosis keperawatan, hasil studi diperoleh dari klien, yaitu beberapa diagnosis dengan prioritas diagnosis keperawatan nyeri kronis.Karakteristik keterbatasan yang muncul dari nyeri muncul 1 tahun, skala nyeri 7, nyeri pada kedua lutut, wajah mengernyit, klien tampak melindungi area sendi yang sakit, klien meminimalkan gerak agar tidak sakit dan secara rutin mengonsumsi obat.Diagnosis keperawatan nyeri kronis terkait dengan kondisi kronis akibat artritis reumatoid.Intervensi keperawatan yang dilakukan pada klien adalah manajemen nyeri dan pemberian kompres hangat menggunakan air rebusan jahe.Intervensi kompres hangat menggunakan air rebusan jahe adalah teknik untuk mengurangi gejala nyeri yang dialami oleh klien di mana nyeri yang dirasakan muncul sebagai tanda artritis gout.Dalam implementasi keperawatan yang dilakukan pada klien dengan artritis gout dengan masalah nyeri kronis sesuai dengan intervensi yang ada.A dilakukan setiap hari selama 3 hari.S dilakukan setiap hari selama 2 hari.Dalam evaluasi keperawatan, merujuk pada kriteria hasil yang ingin dicapai.Kriteria yang ingin dicapai untuk kedua klien adalah pengurangan nyeri atau nyeri hilang (teratasi).Hasil evaluasi pada klien dengan kriteria pencapaian 3 kriteria yang ingin dicapai, salah satunya adalah pengurangan nyeri pada skala yang berbeda sebelum dan sesudah implementasi.Skala yang ingin dicapai pada klien berada dalam rentang 1-3.A menunjukkan skala sebelum implementasi 7 dan setelah menunjukkan skala nyeri 3 dan klien merasa nyaman.Jadi diharapkan klinisi dapat melakukan intervensi secara mandiri jika ada gejala yang muncul agar dapat mengurangi nyeri yang dirasakan dengan menggunakan kompres hangat, air rendaman jahe dapat mengurangi nyeri yang dirasakan menggunakan jahe, yang merupakan bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kompres hangat dengan jahe berbeda (misalnya, jahe merah vs. jahe biasa) dalam mengurangi nyeri artritis reumatoid. Selain itu, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari penggunaan terapi ini terhadap fungsi sendi dan kualitas hidup pasien. Penelitian juga bisa fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam menerapkan terapi ini secara mandiri, seperti pendidikan kesehatan atau dukungan keluarga. Dengan mengeksplorasi alternatif herbal lainnya yang aman dan efektif, peneliti dapat membantu memperluas opsi pengobatan non-farmakologis untuk pasien artritis reumatoid. Selain itu, studi lebih lanjut dapat membandingkan efektivitas terapi kompres hangat dengan metode lain, seperti akupunktur atau latihan fisik, untuk menemukan pendekatan terbaik dalam manajemen nyeri kronis. Penelitian juga bisa mengevaluasi pengaruh kombinasi terapi kompres hangat dengan obat-obatan tertentu dalam mengurangi nyeri dan mencegah progresivitas kerusakan sendi. Dengan memahami lebih baik mekanisme kerja gingerol dan shogaol dalam mengurangi peradangan, peneliti dapat mengembangkan formulasi terapi yang lebih efektif. Penelitian tentang efektivitas kompres hangat dengan jahe pada kelompok usia yang berbeda, seperti remaja atau lansia, juga dapat memberikan wawasan baru dalam penggunaan terapi ini. Akhirnya, penelitian lanjutan harus mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang mungkin memengaruhi akses dan kepatuhan pasien terhadap terapi kompres hangat dengan jahe.

Read online
File size211.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test