STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM

Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramJurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram

Latar Belakang Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru yang disebut dengan SARS-CoV-2. Kasus pada manusia yang pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan Cina pada Desember 2019. Covid-19 telah menjadi pandemi yang menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Penyebaran kasus yang cepat dapat dipengaruhi oleh moda transmisi virus yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang telah terkonfirmasi Covid-19 maupun transmisi secara tidak langsung seperti melalui udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasien Covid-19 di Kota Mataram berdasarkan riwayat kontak sebelumnya. Metode Penelitian merupakan penelitian Deskriptif dengan menggunakan pendekatan Observasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 286 kasus Covid-19 khususnya di Kota Mataram periode Juni 2020. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder hasil press release Satuan Tugas Pencegahan dan penaggulangan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang riwayat kontak.

Berdasarkan identifikasi kasus Covid-19 di Kota Mataram pada bulan Juni 2020, mayoritas pasien memiliki riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi.Kontak tersebut meliputi individu yang belum teridentifikasi, orang tanpa gejala, orang dengan gejala, serta pasien yang telah terkonfirmasi positif.Temuan ini menegaskan pentingnya penelusuran kontak yang komprehensif untuk mengendalikan penyebaran virus.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana penggunaan aplikasi pelacakan kontak digital dapat meningkatkan kecepatan identifikasi dan isolasi kasus Covid‑19 di Kota Mataram. Apakah penerapan sistem notifikasi otomatis pada aplikasi tersebut efektif dalam mengurangi waktu paparan berisiko dibandingkan metode konvensional? Studi longitudinal yang memantau kelompok individu yang teridentifikasi sebagai orang tanpa gejala (OTG) dapat memberikan wawasan tentang berapa lama mereka menularkan virus sebelum menjadi negatif. Peneliti dapat meneliti perbedaan tingkat penularan antara OTG yang kemudian mengembangkan gejala dan yang tetap asimptomatik selama masa pemantauan. Selanjutnya, analisis dampak program vaksinasi massal terhadap pola kontak sosial masyarakat Mataram diperlukan untuk memahami perubahan perilaku setelah vaksinasi. Bagaimana tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan berubah setelah penerimaan vaksin, dan apakah hal ini memengaruhi angka kasus baru? Penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara dengan tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan penelusuran kontak pada kasus yang belum teridentifikasi. Temuan tersebut dapat membantu merancang strategi pelatihan dan dukungan logistik yang lebih tepat sasaran. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, studi-studi tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dalam memutus rantai penularan Covid‑19 di masa mendatang. Akhirnya, evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan ini akan memastikan kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi varian virus yang mungkin muncul.

Read online
File size291.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test