STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Kebudayaan merupakan cara hidup masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Permasalahan yang terjadi adalah arus modernisasi menjadi kekuatan yang sangat besar dalam mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (a) kepercayaan tradisi nyadran, (b) komponen tradisi nyadran, dan (c) nilai sosial dalam pelaksanaan tradisi nyadran. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dgunakan oleh peneliti sesuai dengan teknik analisis data kualitatif yaitu, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitan menunjukkan bahwa (a) kepercayaan masyarakat terhadap tradisi nyadran yaitu untuk menghilangkan bala atau musibah serta budaya nyekar sebelum hajatan dipercaya untuk melindungi acara dari hal buruk, (b) Pelaksanaan tradisi nyadran mengandung lima komponen religi, yaitu emosi keagamaan, sistem ritual dan upacara, sistem keyakinan, peralatan ritual dan upacara, serta umat agama dan (c) Nilai sosial dalam pelaksanaan tradisi nyadran masyarakat Dusun Paras yaitu sebagai pendorong, petunjuk arah, dan sebagai benteng perlindungan dengan menjunjung tinggi sikap kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan tradisi nyadran . Manfaat penelitian ini bagi masyarakat adalah agar dapat menambah khazanah pengetahuan kepada masyarakat Dusun Paras tentang komponen-komponen serta nilai sosial yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi nyadran.

Masyarakat Dusun Paras Desa Turipinggir menganggap bahwa pelaksanaan Nyadran wajib dilakukan setiap jumat pahing bulan suro atau bulan muharram pada kalender hijriyah untuk menghilangkan bala atau musibah.Masyarakat Dusun Paras Desa Turipinggir percaya bahwa selain tradisi nyadran yang dilaksanakan setiap tahun, terdapat suatu pantangan yaitu sebelum mengadakan hajatan seperti pernikahan, khitanan atau yang lainnya wajib nyekar dan syukuran ke 3 tempat yang dianggap keramat untuk menghindari hal buruk yang terjadi. 2.Pelaksanaan tradisi nyadran berlangsung secara khusyu dan khidmad.Tradisi nyadran diawali dengan pembacaan tahlil dan doa serta sholawat, kemudian kirab tumpeng dan jodang, dilanjutkan pertunjukan wayang serta sambutan dari tokoh masyarakat.Acara inti yaitu perebutan tumpeng dan hasil bumi masyarakat Dusun Paras oleh masyarakat luar Dusun.Pagelaran wayang kulit akan digelar lagi di gedung serbaguna selama satu malam penuh.Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang tradisi nyadran adalah jodang untuk membawa jajanan khas kerupuk yang bermacam-macam, perlengkapan wayang kulit, panggung, sound, tempat kemenyan, dupa, sesajen dan wayang krucil.Masyarakat yang ikut serta dalam tradisi nyadran mayoritas beragama Islam.Nilai sosial yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi nyadran desa turipinggir yaitu sebagai pendorong masyarakat untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong, sebagai petunjuk arah dalam mempersatukan masyarakat melalui tradisi nyadran, sebagai benteng perlindungan datangnya musibah atau bala.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh modernisasi terhadap tradisi nyadran dan cara-cara untuk melestarikan tradisi ini di era modern. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis lebih lanjut tentang komponen-komponen religi dalam tradisi nyadran dan bagaimana komponen-komponen ini mempengaruhi nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Ketiga, studi tentang manfaat tradisi nyadran bagi masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan kebersamaan dan gotong royong, dapat menjadi topik penelitian yang menarik. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami dan melestarikan tradisi nyadran di masyarakat.

  1. Jurnal Lektur Keagamaan. tradisi bantai adat kearifan lokal menyambut ramadhan masyarakat merangin jambi... jlka.kemenag.go.id/index.php/lektur/article/view/961Jurnal Lektur Keagamaan tradisi bantai adat kearifan lokal menyambut ramadhan masyarakat merangin jambi jlka kemenag go index php lektur article view 961
  2. Resepsi Fungsional Al-Qur | NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam. resepsi fungsional al qur nalar... doi.org/10.23971/njppi.v6i1.3207Resepsi Fungsional Al Qur NALAR Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam resepsi fungsional al qur nalar doi 10 23971 njppi v6i1 3207
  3. Menelusuri Nilai Budaya Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Tradisional Wayang | Nurcahyo | Khasanah Ilmu... ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/view/11440Menelusuri Nilai Budaya Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Tradisional Wayang Nurcahyo Khasanah Ilmu ejournal bsi ac ejurnal index php khasanah article view 11440
Read online
File size500.73 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test