UNIAUNIA

ABDINA: Jurnal Sosial dan Pengabdian kepada MasyarakatABDINA: Jurnal Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat

Rendahnya kemampuan baca tulis Al-Quran di kalangan masyarakat Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan menjadi permasalahan mendasar dalam penguatan nilai-nilai keagamaan. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga pengajar, belum adanya metode pembelajaran yang sistematis, serta minimnya motivasi masyarakat dalam mempelajari Al-Quran secara berkelanjutan. Untuk menjawab permasalahan ini, tim pengabdian melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan literasi Al-Quran berbasis metode Yanbuul Quran. Metode ini dipilih karena memiliki sistematika yang jelas, berjenjang, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dengan tartil. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: (1) analisis kebutuhan masyarakat melalui observasi dan wawancara; (2) pelatihan dan pendampingan guru ngaji mengenai penerapan metode Yanbuul Quran; dan (3) kelas literasi Al-Quran yang melibatkan anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory community development, di mana masyarakat menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran dan pengelolaan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan baca Al-Quran masyarakat, terutama dalam hal pelafalan makhraj huruf, ketepatan tajwid, serta peningkatan minat mengikuti kegiatan keagamaan. Selain itu, terbentuknya kelompok belajar Al-Quran berbasis masjid menjadi langkah awal kemandirian masyarakat dalam mempertahankan budaya literasi Al-Quran.

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Lancar melalui Penguatan Literasi Al-Quran Berbasis Metode Yanbuul Quran menunjukkan bahwa literasi Al-Quran memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius dan spiritual masyarakat.Melalui penerapan metode Yanbuul Quran, kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran secara tartil dan benar sesuai kaidah tajwid.Pendekatan yang sistematis, bertahap, dan mudah dipahami dalam metode Yanbuul Quran membuat peserta, baik anak-anak maupun orang dewasa, lebih termotivasi dan percaya diri dalam belajar membaca Al-Quran.Selain peningkatan kemampuan teknis membaca, penguatan literasi Al-Quran ini juga berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan pengabdian ini mendorong terbentuknya komunitas belajar Al-Quran yang mandiri di Desa Lancar, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada saat program berlangsung, tetapi berlanjut secara berkelanjutan.Program ini sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan dan tokoh masyarakat sebagai motor penggerak literasi Al-Quran di tingkat desa.Dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi antara tim pengabdian, guru ngaji, dan aparat desa, kegiatan ini telah menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun generasi Qurani.Oleh karena itu, penguatan literasi Al-Quran berbasis metode Yanbuul Quran terbukti menjadi strategi efektif dalam memberdayakan masyarakat Desa Lancar menuju kehidupan religius yang lebih berkualitas dan berakhlak mulia.

Untuk meningkatkan literasi Al-Quran di Desa Lancar, perlu ada upaya integratif yang menggabungkan pendidikan dan ekonomi. Program berbasis pendidikan yang mengoptimalkan literasi Al-Quran dapat dipadukan dengan kegiatan ekonomi seperti pengembangan usaha mikro dan pelatihan keterampilan. Studi tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kepemilikan usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kemandirian finansial. Selain itu, pendekatan literasi digital juga perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan daya saing masyarakat desa di era digital. Implementasi metode Yanbuul Quran yang dirancang dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya Desa Lancar menjadi penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat dan efektivitas program pemberdayaan. Dengan memahami kompleksitas dan keterkaitan antara literasi Al-Quran dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan desa Lancar dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya, memperkuat kohesi sosial, dan memberdayakan individu serta kelompok dalam merespons tantangan yang ada.

  1. Pemberdayaan Literasi Desa melalui Manajemen Perpustakaan Sekolah di Kawasan Pesisir Desa Biluango |... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/2929Pemberdayaan Literasi Desa melalui Manajemen Perpustakaan Sekolah di Kawasan Pesisir Desa Biluango obsesi index php obsesi article view 2929
  2. Peningkatan Kemampuan Santri TPQ Abdul Qadir Ponorogo melalui Pengenalan Tajwid dengan Metode Sorogan... doi.org/10.56013/jak.v3i2.2423Peningkatan Kemampuan Santri TPQ Abdul Qadir Ponorogo melalui Pengenalan Tajwid dengan Metode Sorogan doi 10 56013 jak v3i2 2423
  3. KAJIAN METODE PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN USIA DEWASA DENGAN PENDEKATAN KONSEP ANDRAGOGI | IMTIYAZ:... doi.org/10.46773/imtiyaz.v5i2.262KAJIAN METODE PEMBELAJARAN MEMBACA AL QURAoAN USIA DEWASA DENGAN PENDEKATAN KONSEP ANDRAGOGI IMTIYAZ doi 10 46773 imtiyaz v5i2 262
Read online
File size318.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test