UNIDAUNIDA

JURNAL AGROINDUSTRI HALALJURNAL AGROINDUSTRI HALAL

Teh talua merupakan minuman tradisional daerah Sumatra Barat yang menggunakan telur bebek dan serbuk teh sebagai bahan dasarnya. Aroma bau amis dari penggunaan telur menyebabkan teh talua kurangnya diterima secara sensori. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan serbuk kayu manis terpilih teh talua berdasarkan karakteristik sensori. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi serbuk kayu manis (0%, 1%, 3%, dan 5%). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan serbuk kayu manis pada teh talua memberikan pengaruh terhadap produk yaitu pada karakteristik mutu sensori teh talua dari terciumnya aroma amis telur menghasilkan tidak terciumnya aroma amis telur, tidak terciumnya aroma kayu manis menghasilkan pada terciumnya aroma kayu manis, menghasilkan rasa manis, warna sedikit coklat tua menghasilkan perubahan coklat tua, kekentalan tidak kental menghasilkan teh kental. Pengujian hedonik perlakuan serbuk kayu manis 1% merupakan konsentrasi yang paling disukai panelis dengan warna (skor 3,60), aroma (skor 3,85), kekentalan (3,55), rasa (3,83), dan overall (skor 3,75). Teh talua terpilih berdasarkan nilai sensori yaitu pada perlakuan serbuk kayu manis 1%. Pengujian produk terpilih yaitu perlakuan serbuk kayu manis 1% memiliki nilai kadar lemak 25,92%, kadar protein 18,18%, dan antioksidan 16,3%.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada uji sensori, perbedaan perlakuan serbuk kayu manis memberikan pengaruh terhadap teh talua.Pada uji mutu sensori memiliki nilai terhadap atribut aroma (amis telur) mengarah pada tidak terciumnya aroma amis telur, aroma (kayu manis) mengarah pada terciumnya aroma kayu manis, rasa mengarah pada manis, warna mengarah pada sedikit coklat tua, kekentalan mengarah pada tidak kental, pada pengujian tersebut sedangkan pada uji hedonik perlakuan serbuk kayu manis 1% lebih disukai panelis dengan karakteristik warna, aroma, kekentalan, rasa, overall pada tingkat keterangan suka.Dari hasil pengujian organoleptik dapat dilihat bahwa penggunaan kayu manis dapat memberikan pengaruh terhadap permasalahan yang ada pada produk, dengan penambahan kayu manis pada produk dapat meningkatkan tingkat kesukaan terhadap produk, karena kayu manis itu sendiri memiliki aroma yang khas sehingga lebih disukai.Perlakuan produk terpilih ditentukan berdasarkan uji mutu sensori dan uji hedonik, sehingga diperoleh perlakuan konsentrasi 1% menjadi produk terpilih.Pada produk terpilih yaitu konsentrasi 1 % memiliki kadar lemak 25,92%, kadar protein 18,18% dan antioksidan 16,3%.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh variasi jenis kayu manis (misalnya kayu manis cassia atau kayu manis ceylon) terhadap karakteristik sensori dan kandungan antioksidan pada teh talua. Hal ini penting untuk mengetahui jenis kayu manis mana yang paling optimal dalam meningkatkan kualitas teh talua. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi formulasi teh talua dengan mempertimbangkan kombinasi serbuk kayu manis dan bahan-bahan lain seperti madu atau jahe untuk menghasilkan produk dengan rasa dan aroma yang lebih kompleks dan disukai oleh konsumen. Ketiga, penelitian tentang stabilitas produk teh talua dengan penambahan kayu manis selama penyimpanan perlu dilakukan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, dapat diketahui umur simpan produk dan kondisi penyimpanan yang optimal.

Read online
File size332.24 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test