UNSIQUNSIQ

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQJurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ

Antioksidan merupakan senyawa yang memiliki kemampuan menangkal dampak buruk radikal bebas. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh senyawa aktif, lingkungan tempat tumbuh, sistem budidaya serta teknik dan penanganan bahan baku. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah. Perbedaan sistem hidroponik dan konvensional dalam penggunaan tanah dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kualitatif antioksidan melalui skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis (KLT) dan uji aktivitas antioksidan ekstrak daun bayam merah hidroponik dan konvensional. Daun bayam merah diekstraksi dengan metode maserasi selama 3 hari dengan pengadukan setiap 1x24 jam. Ekstrak daun bayam merah kemudian diuji organoleptik terhadap warna, bentuk, dan bau. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan saponin dengan menggunakan reaksi warna dan busa. Hasil skrining ditegaskan dengan analisa kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak heksana:etil asetat dengan perbandingan 5:5. Uji aktivitas antioksidan dengan Metode DPPH. Hasil perhitungan rendemen pada ekstrak daun bayam merah hidroponik sebesar 11,5% dan konvensional sebesar 15,1%. Hasil skrining dan analisa KLT menunjukkan ekstrak daun bayam merah hidroponik dan konvensional positif mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Nilai IC50 ekstrak daun bayam merah hidroponik sebesar 142,31 sedangkan konvensional sebesar 73,73 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak daun bayam merah hidroponik dalam kategori sedang dan konvensional dalam kategori kuat.

Berdasarkan hasil uji kualitatif antioksidan melalui skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis (KLT) pada ekstrak daun bayam merah hidroponik dan organik positif mengandung flavonoid dan saponin.Aktivitas antioksidan daun bayam merah hidroponik dalam kategori sedang dan ekstrak daun bayam merah konvensional dalam kategori kuat.

Dalam pengembangan penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh variasi nutrisi dalam sistem hidroponik terhadap kandungan senyawa antioksidan seperti flavonoid dan saponin. Selain itu, perlu dilakukan penelitian untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak daun bayam merah menggunakan metode lain seperti FRAP atau ABTS, yang mungkin memberikan hasil yang berbeda dari metode DPPH. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada penggunaan ekstrak daun bayam merah sebagai bahan baku obat atau kosmetik, dengan mengeksplorasi potensi penggunaan senyawa antioksidan alami secara lebih efektif dalam formulasi produk.

  1. Pengaruh Media Tanam Hidroponik terhadap Pertumbuhan Bayam (Amaranthus sp.) dan Selada (Lactuca sativa)... doi.org/10.25181/jppt.v20i2.1610Pengaruh Media Tanam Hidroponik terhadap Pertumbuhan Bayam Amaranthus sp dan Selada Lactuca sativa doi 10 25181 jppt v20i2 1610
  2. Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 | LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi. vol volume issue lenterabio... doi.org/10.26740/lenterabio.v11n1Vol 11 No 1 2022 Volume 11 Issue 1 LenteraBio Berkala Ilmiah Biologi vol volume issue lenterabio doi 10 26740 lenterabio v11n1
  3. PENETAPAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos L. Alston) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI... jurnalfarmasi.or.id/index.php/jrki/article/view/98PENETAPAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN JAMBU MAWAR Syzygium jambos L Alston BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI jurnalfarmasi index php jrki article view 98
Read online
File size302.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test