UNNESUNNES

Journal of Indonesian HistoryJournal of Indonesian History

Penelitian ini membahas mengenai modernisasi yang terjadi pada masyarakat perdesaan Kecamatan Tempuran sebagai akibat adanya pertumbuhan dan perkembangan perusahaan industri yang ada di sekitar lingkungan mereka. Eksistensi dari industri yang ada di Tempuran tersebut bercampur dengan fungsi-fungsi lain seperti permukiman, pertanian, jasa, dan perdagangan. Hal demikian kemudian menjadikan masyarakat perdesaan Tempuran berubah mengikuti perkembangan industri yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masyarakat Tempuran secara terbuka menerima masuknya industrialisasi sehingga terjadi beberapa perubahan pada wilayah Tempuran beserta masyarakatnya. (2) Beberapa perubahan yang muncul diantaranya seperti bertambahnya jumlah penduduk, perkembangan mata pencaharian, perkembangan sektor ekonomi, alih fungsi lahan, perluasan kawasan industri, modernisasi, hingga konflik yang tak terhindarkan. (3) Eksistensi dari BLK sebagai lembaga permerintahan selain membantu mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi dari tenaga kerja juga berperan dalam meningkatkan modernisasi pendidikan masyarakat Tempuran.

Pertumbuhan perusahaan industri di Tempuran dimulai melalui terselenggaranya kegiatan dengar pendapat antara Komisi A DPRD Kabupaten Magelang, Kepala Kantor Agraria, dan Kepala Bagian Pemerintahan pada tahun 1981.Hasil putusan dari dengar pendapat tersebut memutuskan bahwa hanya terdapat dua lokasi desa yang dijadikan pembangunan perusahaan, yaitu Desa Sidoagung dan Tempurejo.Perusahaan industri di Tempuran dalam perjalanan perkembangannya mencakup berbagai sektor seperti tekstil, kayu, payung, jamu, garmen, serta beberapa lainnya.Secara resmi, Tempuran ditetapkan sebagai kawasan peruntukan industri di tahun 2011 berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Magelang.Berkembangnya perusahaan industri di Tempuran mendapatkan respon terbuka dari masyarakat sekitarnya, namun juga menimbulkan konflik antara masyarakat Desa Sidoagung dengan PT Sidoagung Farm berkaitan dengan perizinan pembangunan perusahaan yang mengganggu aktivitas masyarakat.Eksistensi BLK berperan dalam kerja sama dengan perusahaan industri melalui program pemagangan dan pelatihan tenaga kerja.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang industrialisasi terhadap struktur sosial dan ekonomi masyarakat perdesaan Tempuran setelah 2019. 2. Studi lebih mendalam tentang efektivitas program pelatihan BLK dalam menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri di kawasan tersebut. 3. Analisis alternatif solusi konflik antara masyarakat dan perusahaan industri di Tempuran, dengan fokus pada kebijakan pengelolaan lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

Read online
File size277.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test