UNNESUNNES

Journal of Indonesian HistoryJournal of Indonesian History

Artikel ini membahas tentang sejarah penutup kepala perempuan kerinci (kulok). Kulok sudah ada sejak zaman dahulu. Kulok merupakan pakaian tradisional masyarakat Kerinci yang menjadi bagian dari budaya Kerinci. Metode penelitian yang digunakan bersifat historis karena melibatkan pengumpulan sumber-sumber sejarah secara efektif, mengevaluasinya secara kritis, dan menyajikan sintesis tertulis atas temuan-temuan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, kulok telah menjadi identitas tersendiri bagi perempuan di Kerinci. Menurut sejarahnya, kulok sudah ada sejak abad ke-7 dan pada masa itu digunakan oleh wanita Melayu untuk pergi kesawah dengan menutupi kepala menggunakan kain untuk melindungi kepala kondisi cuaca di Kerinci. Kulok juga digunakan sebagai sandaran kepala untuk menghindari beban menaruh barang bawaan di kepala atau sebagai pelindung kepala dari terik matahari saat perempuan Melayu pergi bekerja di ladang atau berumo pada saat itu. Bagi wanita berhijab, berhijab terlebih dahulu melibatkan penggunaan jilbab untuk menutupi rambut, telinga, dan leher. Lalu baru di pasangkan tengkuluk di atas kepala. Perubahan juga terjadi pada material yang digunakan pada komponen yang terdapat pada kulok.

Kulok merupakan simbol adat dan identitas budaya Suku Kerinci yang memiliki fungsi sebagai penutup kepala dan pelindung.Kulok mencerminkan nilai-nilai tradisional dan kebanggaan masyarakat Kerinci dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun upacara adat.Penelitian ini menunjukkan bahwa kulok telah menjadi bagian integral dari tradisi dan identitas perempuan Kerinci, meskipun mengalami perubahan dalam material dan penggunaan seiring perkembangan zaman.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh modernisasi terhadap tradisi kulok dalam konteks perempuan Suku Kerinci. Selain itu, studi tentang perbandingan fungsi kulok dengan penutup kepala tradisional lainnya di Indonesia dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian mengenai peran kulok dalam memperkuat identitas budaya perempuan di tengah tantangan globalisasi juga menjadi arah penting untuk dikembangkan.

Read online
File size206.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test