UNRAMUNRAM

Rengganis Jurnal Pengabdian MasyarakatRengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan intensif kepada Sanggar Musik Lupa Susah di Kampung Bogenga, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka mempersiapkan pertunjukan musik inklusi yang melibatkan kelompok masyarakat beragam, termasuk penyandang disabilitas. Sanggar ini merupakan komunitas seni yang merawat dan mengembangkan musik tradisional Ngada melalui instrumen lokal, antara lain gendang tradisional, alat gesek bambu, serta gitar akustik yang dimainkan dengan pola musikal khas Flores. Kegiatan ini menggunakan pendekatan participatory action research, di mana tim pengabdi berperan sebagai fasilitator dan rekan belajar dalam proses pendampingan. Pendampingan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu asesmen kebutuhan, workshop intensif penguatan teknik instrumen tradisional dan aransemen kolaboratif, serta pendampingan gladi bersih menjelang pentas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis bermain instrumen, kekompakan ensambel, kesiapan panggung, dan kepercayaan diri anggota sanggar untuk tampil di ruang publik yang lebih luas. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran komunitas terhadap musik tradisional Ngada sebagai warisan budaya tak benda yang hidup dan dapat dilestarikan melalui praktik seni yang partisipatif, inklusif, dan berbasis komunitas.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan Sanggar Musik Lupa Susah di Kampung Bogenga, Kabupaten Ngada, telah menunjukkan bahwa musik tradisional dapat diperkuat melalui pendekatan yang partisipatif, kontekstual, dan berbasis kebutuhan komunitas.Pendampingan yang dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research memungkinkan anggota sanggar tidak hanya menjadi penerima program, tetapi turut terlibat dalam proses asesmen kebutuhan, latihan, pengembangan aransemen, gladi, hingga pentas musik inklusi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya capaian pada tiga aspek utama.peningkatan kemampuan teknis anggota sanggar, menguatnya kohesi ensambel dan kepercayaan diri, serta meningkatnya kesadaran komunitas terhadap pentingnya menjaga musik tradisional Ngada sebagai warisan budaya yang hidup.Pentas musik inklusi menjadi ruang aktualisasi penting bagi Sanggar Musik Lupa Susah, di mana musik tradisional tidak hanya ditampilkan sebagai produk seni, tetapi juga sebagai medium perjumpaan sosial yang terbuka bagi audiens yang beragam.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengembangan program pendidikan musik inklusif khusus untuk penyandang disabilitas, dengan fokus pada adaptasi teknik pertunjukan yang ramah dan aksesibel. 2. Mempelajari potensi integrasi teknologi digital dalam pelestarian musik tradisional, seperti pembuatan platform media sosial atau aplikasi interaktif untuk mempromosikan repertoar dan proses pembelajaran sanggar. 3. Menganalisis dampak jangka panjang dari pendekatan intergenerasional dalam pelestarian budaya, terutama dalam konteks transfer pengetahuan dan keberlanjutan praktik seni antara generasi tua dan muda.

  1. Advocating for The Sustainability of Semai Indigenous Music Through The Collaborative Creation of New... doi.org/10.15294/harmonia.v21i1.28715Advocating for The Sustainability of Semai Indigenous Music Through The Collaborative Creation of New doi 10 15294 harmonia v21i1 28715
  2. Transmission of the Yao Ethnic Group’s Jiaqiao Ritual Music Through Educational Practices in China... doi.org/10.5430/wje.v15n3p33Transmission of the Yao Ethnic GroupAos Jiaqiao Ritual Music Through Educational Practices in China doi 10 5430 wje v15n3p33
  3. Reimagining Music Education: School–Community Partnerships for Cultural Sustainability in Indonesia... journal.idscipub.com/index.php/harmonia/article/view/1040Reimagining Music Education SchoolAeCommunity Partnerships for Cultural Sustainability in Indonesia journalscipub index php harmonia article view 1040
Read online
File size719.93 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test