UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO

BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKATBHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan guru tentang pentingnya pendidikan anti-bullying dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berdasarkan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui sosialisasi, pelatihan guru, dan aktivitas interaktif siswa yang mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi, aset, serta kekuatan yang ada di sekolah dan komunitas sekitarnya. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran siswa terhadap keragaman dan penghormatan terhadap perbedaan, peningkatan kompetensi guru dalam menangani kasus bullying, serta terbentuknya iklim sekolah yang lebih inklusif dan mendukung bagi ABK. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan praktik pendidikan inklusif yang berkelanjutan di sekolah dasar.

Kasus bullying terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN Pandantoyo 02 muncul bukan hanya akibat interaksi antarsiswa, tetapi juga karena kelemahan struktural sekolah yang belum sepenuhnya inklusif.Pendekatan ABCD terbukti mampu menggeser perspektif sekolah dari melihat keterbatasan menjadi mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki.Guru, siswa reguler, orang tua, dan potensi unik ABK merupakan aset penting yang dapat dimobilisasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.Penerapan media visual, diferensiasi materi, dan bimbingan tambahan membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan motivasi belajar ABK sekaligus menurunkan kasus bullying.Dengan demikian, ABCD dapat menjadi kerangka konseptual yang relevan dalam mengatasi kasus bullying terhadap ABK, bahkan di sekolah reguler yang belum berstatus inklusif secara administratif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi edukasi anti-bullying yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari strategi-strategi yang telah diterapkan, seperti penggunaan media visual, diferensiasi materi, dan bimbingan tambahan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah, seperti melalui kegiatan tematik atau kelas toleransi. Ketiga, penting untuk meneliti dan mengembangkan strategi komunikasi empatik antara guru dan siswa, serta antara siswa reguler dan ABK, untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan ramah. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memperkuat praktik pendidikan inklusif dan mencegah bullying di sekolah dasar.

Read online
File size462.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test