UNNESUNNES

Journal of Indonesian HistoryJournal of Indonesian History

Tulisan ini membahas mengenai perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi negara (Pertamina) ketika Ibnu Sutowo menjabat sebagai direktur utama. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja perusahaan Pertamina selama berada di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan perusahaan Pertamina sejak pertama kali didirikan hingga pada masa akhir jabatan Ibnu Sutowo dan untuk menjabarkan pengaruh dari gaya kepemimpinan Ibnu Sutowo selama menjabat sebagai direktur utama terhadap kinerja perusahaan Pertamina. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, tulisan ini menghasilkan penemuan bahwa dalam waktu yang relatif singkat, Pertamina telah mengalami pasang surut perusahaan. Di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo, Pertamina berhasil berkembang pesat dan dikenal oleh dunia perminyakan internasional, berkat Ibnu Sutowo, Pertamina dapat menjadi ladang penghasilan dan sumber modal bagi pembangunan negara pada saat itu. Namun dibalik kesuksesannya, Pertamina sempat tertimpa permasalahan serius menyangkut keuangan perusahaan yang selanjutnya kita kenal sebagai Krisis Pertamina tahun 1975.

Selama berada di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo.Ibnu Sutowo selalu memiliki cara tersendiri dalam mengelola perusahaan yang dipercayakan kepadanya.Di tangan Ibnu Sutowo, Pertamina bahkan sempat menjadi perusahaan minyak terbesar ke-11 di dunia.Pada tahun 1974, Pertamina disambut dengan booming minyak yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia.Setelah menolak untuk bergabung dengan OPEC dan memilih untuk menjual persediaan minyak kepada negara-negara terdampak embargo, Indonesia akhirnya dapat merasakan dampak positif dari adanya embargo minyak akibat Oil Boom I.Pertamina berhasil memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin hingga akhirnya meningkatkan pendapatan pemasukan penjualan minyak.Meskipun sepak terjang Ibnu Sutowo di dunia perminyakan, khususnya di Pertamina sangat nyata banyak peningkatan, tetap tidak dapat menghindari bencana keuangan yang pada akhir tahun 1974 dialami oleh Pertamina.Belum terhitung cukup lama setelah Oil Boom I meletus, Pertamina mengalami kegagalan dan penumpukan utang luar negeri hingga membuat Pertamina hampir bangkrut.Krisis Pertamina tahun 1974-1976 ini sekaligus menandai berakhirnya jabatan direktur utama yang dipegang Ibnu Sutowo selama kurang lebih 8 tahun lamanya.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, meneliti lebih dalam mengenai dampak krisis Pertamina terhadap perekonomian Indonesia pada saat itu, terutama dalam hal neraca pembayaran dan cadangan devisa negara. Kedua, menganalisis lebih lanjut mengenai keputusan Ibnu Sutowo untuk melakukan ekspansi Pertamina ke luar bidang perminyakan dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut mengenai sistem Production Sharing Contract yang diterapkan oleh Ibnu Sutowo dan bagaimana hal ini mempengaruhi kinerja Pertamina dalam jangka panjang.

Read online
File size235.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test