ITSIITSI

Jurnal Agro FabricaJurnal Agro Fabrica

Kualitas air merupakan faktor penting dalam menjaga performa dan umur peralatan di sistem pendingin turbin uap pabrik kelapa sawit. Air yang digunakan dalam water lube oil cooler dapat mengalami perubahan karakteristik setelah proses pendinginan, sehingga perlu dianalisis untuk memastikan kelayakan daur ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air pada inlet dan outlet water lube oil cooler dan mengidentifikasi perubahan parameter. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan 30 data yang dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan kesadahan, total dissolved solids (TDS), dan pH. Data diuji menggunakan paired sample t-test untuk menentukan perbedaan signifikan antara inlet dan outlet. Hasil menunjukkan penurunan nilai kesadahan dari 21,266 ppm menjadi 18,133 ppm, sedangkan TDS meningkat dari 55,066 ppm menjadi 60,266 ppm. Nilai pH tetap pada angka 5. Analisis statistik menunjukkan perubahan signifikan pada kesadahan dan TDS, sedangkan pH tidak mengalami perbedaan signifikan. Berdasarkan hasil, air outlet masih dapat digunakan kembali untuk keperluan industri non-konsumsi dengan pengendalian kualitas secara berkala.

Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata kesadahan air dari 21,266 ppm menjadi 18,133 ppm pada outlet, sedangkan TDS mengalami peningkatan dari 55,066 ppm menjadi 60,266 ppm.Nilai pH tetap pada angka 5, menunjukkan kondisi air bersifat asam lemah.Uji statistik paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter kesadahan dan TDS antara inlet dan outlet (Sig.Hal ini menandakan proses pendinginan pada water lube oil cooler mempengaruhi perubahan karakteristik fisik dan kimia air.Parameter pH tidak mengalami perubahan signifikan, sehingga air hasil proses pendinginan masih layak untuk dimanfaatkan kembali dalam kegiatan operasional industri dengan pengendalian kualitas air secara berkala, terutama pada pH.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh pH rendah terhadap laju korosi pada sistem perpipaan. Selain itu, studi tentang efektivitas sistem pelumasan pada water lube oil cooler dan pengaruhnya terhadap kualitas air juga dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, penelitian tentang strategi pengelolaan air buangan (reuse) di pabrik kelapa sawit dengan mempertimbangkan kualitas air dan efisiensi penggunaan air dapat menjadi arah studi yang menarik.

  1. Fouling and its effect on the thermal performance of heat exchanger tubes | IIETA. fouling effect thermal... iieta.org/journals/ijht/paper/10.18280/ijht.350307Fouling and its effect on the thermal performance of heat exchanger tubes IIETA fouling effect thermal iieta journals ijht paper 10 18280 ijht 350307
  2. A Critical Review on Corrosion and Fouling of Water in Water Distribution Networks and Their Control... acsi-journal.eu/index.php/ACSi/article/view/7939A Critical Review on Corrosion and Fouling of Water in Water Distribution Networks and Their Control acsi journal eu index php ACSi article view 7939
  3. Evaluasi Kualitas Air pada Sistem Pendinginan PT. XYZ Surabaya: Studi Kasus Cooling Water | Journal of... jurnal.fti.umi.ac.id/index.php/JCPE/article/view/975Evaluasi Kualitas Air pada Sistem Pendinginan PT XYZ Surabaya Studi Kasus Cooling Water Journal of jurnal fti umi ac index php JCPE article view 975
  4. Jurnal Teknologi Lingkungan. kapasitas membran reverse osmosis ro instalasi daur air limbah industri... doi.org/10.55981/jtl.2023.987Jurnal Teknologi Lingkungan kapasitas membran reverse osmosis ro instalasi daur air limbah industri doi 10 55981 jtl 2023 987
Read online
File size495.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test