IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA

JUMAT: Jurnal MatematikaJUMAT: Jurnal Matematika

Warung Mie Ayam Bang Mamad merupakan salah satu usaha kuliner di sekitar UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan menjadi salah satu pilihan utama bagi civitas akademika maupun masyarakat umum. Namun, belum diketahui apakah sistem pelayanan dengan satu orang kasir, mampu mengimbangi tingkat kedatangan pelanggan khususnya pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem antrian di Warung Mie Ayam Bang Mamad menggunakan model antrian M/M/1 sebagai dasar evaluasi pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi kasus. Penelitian dilakukan di Warung Mie Ayam Bang Mamad pada hari Senin, 13 April 2026 pukul 12.00–13.00 WIB dengan sampel sebanyak 50 pelanggan. Instrumen penelitian berupa lembar pencatatan data yang memuat waktu kedatangan, waktu mulai dilayani, dan waktu selesai pelayanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kedatangan pelanggan sebesar 8 orang per 10 menit dengan tingkat pelayanan sebesar 9 orang per 10 menit. Rata-rata terdapat 8 pelanggan dalam sistem dan 7 pelanggan dalam antrian, dengan waktu rata-rata pelanggan berada dalam sistem selama 10 menit dan waktu tunggu dalam antrian mencapai 9 menit. Tingkat kesibukan kasir tercatat sebesar 88%, sehingga disimpulkan bahwa sistem pelayanan belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada pemilik warung untuk mempertimbangkan penambahan kasir pada jam sibuk guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Berdasarkan hasil analisis menggunakan model antrian M/M/1 terhadap sistem pelayanan di Warung Mie Ayam Bang Mamad pada periode pukul 12.00 WIB, dapat disimpulkan bahwa kinerja sistem antrian yang berjalan saat ini belum optimal.Tingkat kedatangan pelanggan sebesar 8 orang per 10 menit dengan tingkat pelayanan sebesar 9 orang per 10 menit menghasilkan tingkat kesibukan kasir (ρ) sebesar 88%, yang mengindikasikan bahwa kapasitas pelayanan hampir mencapai titik jenuh dan belum mampu mengimbangi laju kedatangan pelanggan secara efisien.Kondisi tersebut tercermin dari rata-rata 8 pelanggan yang berada dalam sistem (Ls) dan 7 pelanggan yang menunggu dalam antrian (Lq) setiap 10 menit, dengan waktu rata-rata pelanggan dalam sistem (Ws) selama 10 menit dan waktu tunggu dalam antrian (Wq) mencapai 9 menit.Tingginya tingkat kesibukan ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan dan dapat menurunkan kualitas pelayanan apabila tidak segera diatasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan teknologi digital seperti aplikasi antrian online untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan secara real-time. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pola kedatangan pelanggan menggunakan analisis data historis untuk memprediksi jam sibuk secara lebih akurat. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak peningkatan kualitas layanan (seperti kecepatan pelayanan atau kebersihan) terhadap kepuasan pelanggan, terutama dalam konteks warung kuliner skala kecil di lingkungan kampus.

  1. Waktu dan Ekonomi | Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi. ekonomi dimensia jurnal kajian sosiologi article... doi.org/10.21831/DIMENSIA.V14I2.81486Waktu dan Ekonomi Dimensia Jurnal Kajian Sosiologi ekonomi dimensia jurnal kajian sosiologi article doi 10 21831 DIMENSIA V14I2 81486
  2. Eksistensi Bisnis Warung Makan Area Kampus di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Manado... naluriedukasi.com/index.php/jpipsjelas/article/view/376Eksistensi Bisnis Warung Makan Area Kampus di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado naluriedukasi index php jpipsjelas article view 376
  3. Analisis Sistem Antrian Pada Umkm Kedai Beansnomo Coffe Dalam Upaya Peningkatan Efesiensi Pelayanan |... jurnal.ulb.ac.id/index.php/JCoInS/article/view/5431Analisis Sistem Antrian Pada Umkm Kedai Beansnomo Coffe Dalam Upaya Peningkatan Efesiensi Pelayanan jurnal ulb ac index php JCoInS article view 5431
Read online
File size406.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test