PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Depresi merupakan gangguan mental dengan prevalensi tinggi di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari dan PM2.5 dapat mempengaruhi risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat paparan sinar matahari dan PM2.5 serta hubungannya dengan depresi pada remaja dan dewasa muda di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 90 remaja dan dewasa muda di Penjaringan, Jakarta Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai paparan sinar matahari dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk menilai depresi. Data kualitas udara PM2.5 diperoleh dari platform World Air Quality Index (AQICN). Data dianalisis secara deskriptif dan analitis menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,6% responden memiliki paparan PM2.5 tinggi, sedangkan 53,3% memiliki paparan sinar matahari rendah dan 45,6% mengalami depresi. Paparan PM2.5 tinggi secara signifikan terkait dengan depresi (OR=2,66; 95%CI: 1,13-6,25), sedangkan paparan sinar matahari tidak (OR=1,47; 95%CI: 0,64-3,39). Penelitian ini mengidentifikasi paparan PM2.5 yang signifikan dan gejala depresi pada remaja dan dewasa muda, dengan paparan PM2.5 tinggi secara signifikan terkait dengan depresi.

Penelitian ini menemukan bahwa remaja dan dewasa muda di wilayah penelitian mengalami paparan PM2.5 yang signifikan dan paparan sinar matahari yang terbatas, serta beban gejala depresi yang tinggi.5 tinggi secara signifikan terkait dengan depresi, sedangkan paparan sinar matahari individu tidak secara signifikan terkait dengan depresi.Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan kualitas udara dalam strategi kesehatan mental perkotaan, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi peran paparan sinar matahari.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: (1) Melakukan penelitian longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan kausal antara paparan PM2.5 dan depresi, serta memantau perubahan gejala depresi dalam jangka panjang. (2) Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor konfonding yang dapat mempengaruhi hubungan antara paparan PM2.5 dan depresi, seperti kondisi kesehatan kronis dan perilaku perlindungan terhadap paparan sinar matahari. (3) Mengembangkan strategi intervensi kesehatan masyarakat yang mengintegrasikan pengelolaan kualitas udara dan promosi kesehatan mental, dengan fokus pada lingkungan perkotaan yang lebih sehat.

  1. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
  2. The association of PM 2.5 and sun exposure with depression in Jakarta, Indonesia | Public Health and... doi.org/10.53638/phpma.2025.v13.i2.p03The association of PM 2 5 and sun exposure with depression in Jakarta Indonesia Public Health and doi 10 53638 phpma 2025 v13 i2 p03
Read online
File size367.54 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test