UNSULBARUNSULBAR

BIOMA: Jurnal Biologi dan PembelajarannyaBIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan dengan membuka aksesibilitas pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan terhadap kualitas peserta didik dalam mencapai keterampilan abad ke-21, khususnya communication, collaboration, critical thinking, dan creativity (4C). Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam model pembelajaran yang dapat memanfaatkan AI serta mengintegrasikannya secara pedagogis dalam proses pembelajaran guna memperkuat kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model ORPIN (Orientation, Relating, Prompt Engineering, dan Interacting) sebagai model yang dapat digunakan untuk mendampingi peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan AI serta mendukung pengembangan keterampilan 4C. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi Successive Approximation Model (SAM) yang meliputi tiga tahap, yaitu preparation, iterative design, dan validasi ahli. Tahap preparation dilakukan melalui sintesis literatur sebagai dasar analisis kebutuhan dan perumusan karakteristik model. Tahap iterative design menghasilkan rancangan konseptual model orpin yang terdiri atas empat sintaks, yaitu orientation, relating, prompt engineering, dan interacting, beserta komponen pendukungnya. Selanjutnya, rancangan model divalidasi oleh ahli untuk menilai kelayakan teoritis sebelum diimplementasikan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model ORPIN memperoleh kategori sangat valid dengan skor rata-rata 3,71, sehingga layak digunakan sebagai model konseptual pembelajaran biologi berbasis AI. Meskipun penelitian ini belum menguji kepraktisan dan efektivitas model, hasil penelitian ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pembelajaran biologi berbasis AI yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Penelitian ini berhasil mengembangkan model pembelajaran ORPIN (Orientation, Relating, Prompt Engineering, and Interacting) sebagai model pembelajaran biologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya komunikasi, kolaborasi, pemikiran kritis, dan kreativitas (4C).Pengembangan model dilakukan menggunakan pendekatan Successive Approximation Model (SAM) yang meliputi tahap Preparation, Iterative Design, dan Validasi Ahli.Hasil validasi oleh dua orang ahli menunjukkan bahwa model ORPIN memperoleh rata-rata skor sebesar 3,71 pada skala Likert 1–4 dengan kategori sangat valid, sehingga secara teoritis layak digunakan sebagai model konseptual dalam pembelajaran biologi berbasis AI.Penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya sampai pada tahap pengembangan model dan validasi oleh ahli.Oleh karena itu, model ORPIN belum diuji kepraktisan, keterlaksanaan, maupun efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan 4C, dan literasi AI peserta didik pada implementasi di kelas.Penelitian selanjutnya disarankan untuk melaksanakan uji kepraktisan melalui implementasi terbatas, uji efektivitas pada berbagai jenjang pendidikan dan materi biologi, serta mengkaji pengaruh model ORPIN terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21, literasi AI, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar peserta didik.Selain itu, penelitian lanjutan juga perlu mengevaluasi keberterimaan model oleh guru dan peserta didik sebagai dasar penyempurnaan model sebelum diimplementasikan secara lebih luas.

1. Menguji kepraktisan model ORPIN dalam konteks kelas nyata untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan 4C peserta didik. 2. Mengkaji pengaruh model ORPIN terhadap pengembangan literasi AI dan kemampuan berpikir kritis pada berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah menengah dan perguruan tinggi. 3. Mengembangkan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi respons guru dan peserta didik terhadap model ORPIN, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan adaptasi model dalam lingkungan pendidikan yang beragam.

  1. Pengembangan Keterampilan 4C (Critical, Thinking, Creativity, Communication , and Collaboration) dalam... doi.org/10.62383/aliansi.v2i1.635Pengembangan Keterampilan 4C Critical Thinking Creativity Communication and Collaboration dalam doi 10 62383 aliansi v2i1 635
  2. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
  3. Pemanfaatan Artificial Intelligence pada Pembelajaran dan Asesmen di Era Digitalisasi | Jurnal Kridatama... doi.org/10.53863/kst.v5i02.975Pemanfaatan Artificial Intelligence pada Pembelajaran dan Asesmen di Era Digitalisasi Jurnal Kridatama doi 10 53863 kst v5i02 975
  4. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif... asimilasi.journalilmiah.org/index.php/ja/article/view/57Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif asimilasi journalilmiah index php ja article view 57
  5. Kecerdasan Buatan: Resiko, Tantangan Dan Penggunaan Bijak Pada Dunia Pendidikan | Antroposen: Journal... jurnal.ut.ac.id/index.php/antroposen/article/view/6780Kecerdasan Buatan Resiko Tantangan Dan Penggunaan Bijak Pada Dunia Pendidikan Antroposen Journal jurnal ut ac index php antroposen article view 6780
Read online
File size433.74 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test