DEEJOURNALDEEJOURNAL

Datokarama English Education JournalDatokarama English Education Journal

Penelitian ini mengkaji perancah dwibahasa yang ditingkatkan AI dalam bahasa Inggris Teknologi Pendidikan dalam kerangka ESP. Penelitian ini menyelidiki apakah mediasi dwibahasa strategis dan umpan balik berbasis AI berkorelasi dengan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dan pembelajaran tingkat tinggi dibandingkan dengan instruksi tradisional. Menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen pretest-posttest kuasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan 84 mahasiswa sarjana dari program Teknologi Pendidikan di Indonesia. Dua kelas utuh ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui skala keterlibatan siswa, penilaian kinerja pembelajaran tingkat tinggi, daftar periksa observasi kelas, dan catatan refleksi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji-t sampel independen, analisis skor peningkatan, estimasi ukuran efek, dan interpretasi tematik. Temuan menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai peningkatan yang lebih besar dalam keterlibatan kognitif (peningkatan = 1,27; d = 1,46) dan keterampilan kreasi (peningkatan = 18,7; d = 1,52), dengan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa AI berfungsi sebagai mitra kognitif, mendukung transfer konsep dwibahasa, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kepercayaan diri linguistik. Penelitian ini berkontribusi pada teori perancah dan pedagogi dwibahasa dengan mengusulkan model ko-perancah dwibahasa yang ditingkatkan AI untuk desain kurikulum ESP, integrasi literasi AI, dan pengembangan profesional dosen.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perancah dwibahasa yang ditingkatkan AI secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa multidimensional, khususnya keterlibatan kognitif, serta keterampilan pembelajaran tingkat tinggi seperti kreasi dan evaluasi dalam Bahasa Inggris Teknologi Pendidikan.Temuan ini diperkuat oleh efek ukuran yang substansial di kedua domain afektif dan kognitif, dengan AI berfungsi sebagai kolaborator kognitif yang memfasilitasi transfer ide dwibahasa dan kepercayaan diri linguistik, sehingga memperluas teori perancah dan pedagogi dwibahasa.Meskipun hasil ini mendukung pengembangan kurikulum ESP dan kebijakan literasi AI, generalisasi temuan dibatasi oleh desain kuasi-eksperimental, durasi intervensi yang terbatas, dan konteks institusional tunggal, menunjukkan perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.

Berdasarkan temuan yang menjanjikan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Pertama, penelitian mendatang dapat memfokuskan diri pada identifikasi fitur-fitur spesifik dari kecerdasan buatan (AI) yang paling efektif dalam meningkatkan jenis keterlibatan kognitif dan keterampilan pembelajaran tingkat tinggi tertentu, seperti kemampuan analisis versus kreasi. Studi ini dapat menguji berbagai kombinasi alat AI dan metode mediasi dwibahasa untuk melihat bagaimana masing-masing elemen berkontribusi pada hasil belajar, serta bagaimana mereka dapat dioptimalkan agar tidak menimbulkan ketergantungan berlebihan pada AI. Misalnya, apakah alat AI untuk pembuatan ide berbeda efeknya dengan alat untuk revisi tata bahasa terhadap pengembangan pemikiran kritis jangka panjang siswa?. . Kedua, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari model perancah dwibahasa berbasis AI ini terhadap retensi pengetahuan, otonomi belajar, dan kemampuan transfer keterampilan siswa ke konteks non-akademik atau disiplin ilmu lainnya. Studi longitudinal dapat melacak alumni program Teknologi Pendidikan untuk melihat apakah mereka secara berkelanjutan menerapkan strategi berpikir kritis dan komunikasi profesional yang diperoleh, bahkan ketika tidak ada dukungan perancah langsung. Ini akan membantu memahami keberlanjutan manfaat pedagogis dan efektivitas model ini dalam mempersiapkan siswa untuk tantangan dunia nyata.. . Ketiga, mengingat peran krusial pengajar dalam memandu intervensi ini, penelitian dapat menyelidiki model pengembangan profesional yang paling efektif bagi dosen agar mahir dalam mengintegrasikan perancah dwibahasa berbasis AI secara etis dan strategis. Ini termasuk mengembangkan literasi AI pedagogis bagi pengajar untuk mengenali kapan dan bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra kognitif sejati, bukan hanya sebagai alat penyelesaian tugas. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan panduan praktis untuk mendesain kurikulum pelatihan dosen yang mendukung implementasi inovatif ini secara lebih luas dan berkelanjutan, memastikan kualitas pengajaran tetap tinggi seiring dengan evolusi teknologi pendidikan.

  1. AI-driven English Language Learning Program and Academic Writing Integrity in the Era of Intelligent... scholink.org/ojs/index.php/eltls/article/view/41687AI driven English Language Learning Program and Academic Writing Integrity in the Era of Intelligent scholink ojs index php eltls article view 41687
  2. Integrating Artificial Intelligence in ESP Curriculum: A Bilingual Approach to English for Educational... doi.org/10.26418/jeltim.v7i1.91274Integrating Artificial Intelligence in ESP Curriculum A Bilingual Approach to English for Educational doi 10 26418 jeltim v7i1 91274
  3. Technology and Content Integration for English Language Learners in a Vocational High School - Journal... doi.org/10.18009/jcer.656133Technology and Content Integration for English Language Learners in a Vocational High School Journal doi 10 18009 jcer 656133
Read online
File size318.3 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test