UIKAUIKA

Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAbdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efek substitusi tepung pisang raja bulu (Musa paradisiaca L. var sapientum) pada nilai kehilangan panggang dan kualitas sensorik produk sus kering. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain Completely Randomized Design (CRD) yang mencakup tiga tingkat substitusi 10% (P1), 15% (P2), dan 20% (P3) yang diulang tiga kali. Kehilangan panggang dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah, sedangkan penilaian kualitas sensorik melibatkan 45 panelis semi-terlatih menggunakan skala hedonik 5 poin, yang kemudian dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji post-hoc Tukeys HSD pada tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil menunjukkan bahwa variasi tingkat substitusi tidak menghasilkan perbedaan signifikan dalam nilai kehilangan panggang (F hitung 3.36 < F tabel 5.14), dengan rata-rata nilai 2.10%, 1.96%, dan 1.61% untuk P1, P2, dan P3 masing-masing. Dari perspektif kualitas sensorik, substitusi berpengaruh signifikan pada warna (H=20.82), struktur rongga/hollow (H=19.26), dan tekstur renyah (H=6.39), sementara aroma (H=3.48), rasa pisang (H=4.87), dan rasa gurih (H=0.39) tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Tingkat substitusi 15% diidentifikasi sebagai perlakuan optimal, mencapai keseimbangan terbaik antara kehilangan panggang, tekstur renyah, pembentukan rongga, dan penerimaan sensorik keseluruhan oleh panelis.

Pertama, substitusi tepung pisang raja bulu pada tingkat 10%, 15%, dan 20% tidak menunjukkan efek signifikan pada kehilangan panggang sus kering berdasarkan analisis ANOVA (F hitung 3.14), meskipun terdapat tren menurun dalam nilai kehilangan panggang dengan meningkatnya tingkat substitusi.Kedua, substitusi tepung pisang raja bulu berpengaruh signifikan pada atribut warna, tekstur renyah, dan struktur rongga, tetapi tidak signifikan pada aroma, rasa pisang, dan rasa gurih.Ketiga, perlakuan substitusi 15% diidentifikasi sebagai yang terbaik karena mencapai keseimbangan optimal antara nilai kehilangan panggang, tekstur renyah, kualitas rongga, dan penerimaan sensorik keseluruhan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, dilakukan analisis profil tekstur (TPA) untuk memahami perubahan mekanik pada produk sus kering yang terpengaruh oleh substitusi tepung pisang. Kedua, dikaji pengaruh jenis tepung pisang lainnya atau kombinasi tepung non-terigu terhadap karakteristik fisik dan sensorik sus kering. Ketiga, diteliti stabilitas produk selama penyimpanan jangka panjang untuk mengevaluasi dampak substitusi tepung pisang terhadap daya tahan dan kualitas produk. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan selama proses produksi untuk meningkatkan efisiensi substitusi. Penelitian lanjutan juga perlu mengintegrasikan data sensorik dengan parameter teknis lainnya, seperti viskositas adonan, untuk menciptakan formulasi yang lebih optimal. Selain itu, eksplorasi potensi pemanfaatan tepung pisang dalam produk pati lainnya dapat menjadi arah studi baru. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan produk pangan berbasis bahan lokal yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.

Read online
File size195.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test