UMMATUMMAT

Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek Ummat

Kue kering merupakan makanan ringan tinggi lemak yang terbuat dari adonan lunak yang memiliki tekstur relatif renyah dan memiliki bentuk potongan yang padat. Sebagai upaya mengurangi penggunaan tepung terigu yang kurang sehat, kue kering dapat dibuat dari tepung lainnya seperti tepung buncis dan tepung mocaf (dari ubi kayu). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sensoris produk kue kering dari formulasi dua jenis tepung yang berbeda (buncis dan mocaf). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan, yaitu: K0 = Tepung Buncis 0% : Mocaf 100%, K1 = Tepung Buncis 15% : Mocaf 85%, K2 = Tepung Buncis 30% : Mocaf 70%, K3 = Tepung Buncis 45% : Mocaf 55%, K4 = Tepung Buncis 60% : Mocaf 40% dan K5 = Tepung Buncis 75% : Mocaf 15%. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics 25.0. Apabila diperoleh data yang berbeda, dianalisis lanjut menggunakan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa pencampuran tepung buncis dan mocaf sebagai bahan baku kue kering memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter organoleptik, baik itu metode skoring maupun hedonik. Dimana, semakin banyak penambahan tepung buncis dan semakin berkurangnya tepung mocaf, semua parameter organoleptik menunjukkan kecenderungan nilai yang rendah. Kesimpulannya, perlakuan K0 merupakan formulasi yang paling disukai panelis dengan kriteria skoring warna sangat kuning, rasa sangat tidak berasa buncis dan dengan tekstur sangat tidak renyah. Adapun kriteria hedonik untuk warna dan rasa sangat disukai, sedangkan teksturnya disukai.

Pencampuran tepung buncis dan mocaf sebagai bahan baku kue kering memberikan pengaruh signifikan terhadap semua parameter sensori.Semakin banyak tepung buncis dan semakin sedikit tepung mocaf, kue menjadi kurang disukai.Perawatan terbaik untuk semua parameter adalah K0 (tepung buncis 0%.Penelitian selanjutnya disarankan meneliti mutu kimia dan fisik produk serta masa simpan.

Penyelidikan lebih lanjut dapat memfokuskan pada pengembangan formula kue kering dengan penambahan bahan penguat rasa ala “beany flavour sehingga tetap aman bagi konsumen yang sensitif terhadap bau buncis, sekaligus mengoptimalkan profil nutrisi dengan menambahkan serat soluble sehingga meningkatkan indeks glikemik produk. Selain itu, studi eksperimental dapat dirancang untuk mengevaluasi kestabilan sensori dan mikroba kue kering selama periode simpan 3, 6 dan 12 bulan dengan kondisi penyimpanan berbeda, guna menentukan kondisi optimal penyimpanan. Terakhir, eksperimen perbandingan produk dijadikan sebagai bagian dari model prediksi menggunakan teknik machine learning dapat dikembangkan, dengan memanfaatkan data parameter sensori, kimia, dan tekstural sebagai fitur, sehingga dapat memprediksi kepuasan konsumen pada formulasi baru tanpa perlu percobaan laboratorium berulang.

Read online
File size545.34 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test