UnmulUnmul

Mulawarman Dental JournalMulawarman Dental Journal

Karies gigi dipengaruhi oleh kadar fluor; air hujan memiliki fluor rendah, sehingga penggunaannya dapat meningkatkan risiko karies. Penelitian observasional cross‑sectional di Desa Harapan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, melibatkan 92 responden yang dicek menggunakan indeks DMF‑T. Hasil menunjukkan rata‑rata DMF‑T 3,26 (kategori sedang) dan hubungan signifikan antara konsumsi air hujan dan karies gigi (p = 0,008).

Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat yang mengonsumsi air hujan memiliki tingkat karies gigi yang lebih tinggi, dengan rata‑rata DMF‑T 3,26.Hubungan signifikan ini menunjukkan perlunya intervensi, seperti fluoridasi air hujan, untuk menurunkan prevalensi karies.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengukur kadar fluor secara langsung dan menilai efektivitas program fluoridasi.

Pertama, lakukan studi eksperimental untuk menguji apakah pemberian fluoridasi terhadap air hujan dapat menurunkan indeks DMF‑T pada masyarakat setempat. Kedua, eksplorasi persepsi dan pengetahuan warga tentang risiko karies sebagai respon terhadap air hujan dapat membantu merancang edukasi kesehatan oral yang lebih efektif. Ketiga, analisis biaya‑manfaat implementasi sistem penyimpanan air hujan bersertifikasi fluor dapat memberikan dasar kebijakan publik untuk meningkatkan kualitas air minum di daerah terpencil. Dengan kombinasi penelitian kebijakan dan intervensi kesehatan, upaya pencegahan karies di wilayah ini dapat lebih terarah dan berkelanjutan.

Read online
File size372.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test