UNIBAUNIBA

Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar Nusantara

Abstrak, Pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peranan penting dalam pembentukan kecerdasan dapat menunjang keberhasilan anak dalam aspek sosial, akademik, dan psikologis. Program psikoedukasi yang dilaksanakan di PAUDQu Al Khoiriyah bertujuan untuk mengenalkan emosi dasar pada anak-anak usia 4-5 tahun melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, dan kaget. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penggunaan media visual, permainan peran, dan lagu edukatif yang melibatkan gerakan tubuh, yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara kepada murid untuk mengukur perubahan pemahaman anak-anak sebelum dan setelah intervensi. Hasil program menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak berhasil mengenali emosi dasar dan lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, memberikan dampak positif dalam perkembangan emosional anak-anak, serta memberikan rekomendasi agar program serupa dapat diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan di PAUD lainnya.

Program psikoedukasi emosi yang dilaksanakan di PAUDQu Al Khoiriyah berhasil memperkenalkan lima emosi dasar kepada anak usia dini, sehingga sebagian besar peserta dapat mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan mereka dengan lebih terbuka.Selain meningkatkan kemampuan mengenali emosi, program juga meningkatkan partisipasi aktif anak dalam kegiatan pembelajaran.Keberlanjutan program dapat dilakukan melalui pemanfaatan kembali aktivitas sederhana, penerapan mandiri oleh guru, serta peningkatan kesadaran pentingnya pengenalan emosi sejak dini.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas program psikoedukasi emosi yang melibatkan orang tua secara aktif, dengan membandingkan hasil anak yang mendapatkan dukungan emosional di rumah versus yang tidak, untuk menilai kontribusi lingkungan keluarga terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengamati dampak jangka panjang dari intervensi ini pada kemampuan sosial, akademik, dan regulasi emosi anak selama beberapa tahun ke depan, sehingga dapat menilai keberlanjutan manfaat program. Terakhir, penelitian komparatif antara berbagai media pembelajaran—seperti flash card, aplikasi digital interaktif, dan permainan peran tradisional—dapat membantu mengidentifikasi metode paling efektif dalam meningkatkan pengenalan emosi dasar pada anak usia pra-sekolah, khususnya dalam konteks budaya dan sumber daya yang berbeda.

  1. Analisis Media Pembelajaran Flash Card Untuk Anak Usia Dini | GENIUS: Indonesian Journal of Early... genius.uinkhas.ac.id/index.php/gns/article/view/4Analisis Media Pembelajaran Flash Card Untuk Anak Usia Dini GENIUS IndonesianAJournal ofAEarly genius uinkhas ac index php gns article view 4
  2. Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini: Analysis of Daniel... doi.org/10.37680/absorbent_mind.v4i1.5358Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini Analysis of Daniel doi 10 37680 absorbent mind v4i1 5358
  3. Psikoedukasi Mengenai Pengenalan Emosi Kepada Anak-Anak Kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia... doi.org/10.62383/aliansi.v2i1.677Psikoedukasi Mengenai Pengenalan Emosi Kepada Anak Anak Kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia doi 10 62383 aliansi v2i1 677
  4. Konsep Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Di RA Tarbiyatussibyan Ploso Karangtengah Demak |... jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/raudhah/article/view/1408Konsep Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Di RA Tarbiyatussibyan Ploso Karangtengah Demak jurnaltarbiyah uinsu ac index php raudhah article view 1408
Read online
File size481.2 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test