UMSUMS

Buletin KKN PendidikanBuletin KKN Pendidikan

Siswa diaspora Indonesia sering mengalami motivasi belajar matematika yang rendah karena instruksi yang abstrak dan keterbatasan media pembelajaran yang relevan secara budaya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa dasar Indonesia di Sungai Buloh Learning Studio, Malaysia, melalui integrasi permainan tradisional Indonesia yaitu Bentik, Dakon, dan Engklek. Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan mitra dan diimplementasikan sebagai kegiatan pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan budaya. Pendekatan evaluatif satu kelompok pretest–posttest digunakan untuk menilai perubahan motivasi belajar siswa. Partisipan terdiri atas 20 siswa kelas tiga dari kalangan diaspora Indonesia. Data motivasi dikumpulkan menggunakan Kuesioner Motivasi Matematika (MMQ) dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial menggunakan uji-t berpasangan dan estimasi efek size. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi belajar matematika setelah pelaksanaan program. Rata-rata skor motivasi meningkat sebesar 15,00 poin, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest (p < 0,001) serta efek size yang besar (d = 1,06). Peningkatan paling nyata terjadi pada dimensi nilai tugas dan self-efficacy, menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna dan mudah diakses bagi siswa. Kesimpulannya, pembelajaran matematika berbasis permainan tradisional merupakan strategi yang efektif dan murah dalam program pengabdian masyarakat di konteks diaspora, sekaligus mendukung peningkatan motivasi belajar dan penguatan identitas budaya.

Integrasi permainan tradisional Indonesia Bentik, Dakon, dan Engklek ke dalam pembelajaran matematika secara efektif meningkatkan motivasi belajar siswa diaspora Indonesia di Sungai Buloh Learning Studio, Malaysia.Peningkatan paling besar terjadi pada dimensi nilai tugas dan self-efficacy, menunjukkan bahwa pembelajaran yang kaya budaya dan menyenangkan membuat matematika terasa lebih bermakna dan terjangkau.Selain manfaat pedagogisnya, program ini juga memiliki nilai sosial-budaya penting karena memperkuat identitas nasional dan rasa memiliki budaya Indonesia di tengah lingkungan budaya negara tuan rumah yang dominan.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian dengan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan kelompok pembanding di berbagai komunitas diaspora Indonesia di luar negeri, seperti Singapura atau Belanda, untuk mengevaluasi konsistensi efektivitas model pembelajaran berbasis permainan tradisional dalam konteks budaya dan pendidikan yang berbeda. Kedua, diperlukan studi longitudinal yang mengamati keberlanjutan motivasi belajar matematika siswa selama 6 hingga 12 bulan setelah program selesai, agar dapat dipahami apakah peningkatan motivasi bersifat sementara atau berdampak jangka panjang terhadap keterlibatan akademik. Ketiga, perlu dilakukan penelitian kualitatif atau campuran untuk mengeksplorasi variabel-variabel yang memoderasi respons siswa terhadap pembelajaran, seperti tingkat keterikatan budaya, latar belakang keluarga, atau pengalaman belajar sebelumnya, sehingga model pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih personal dan efektif bagi setiap peserta didik di lingkungan nonformal.

  1. Playing with Mathematics: How Play Supports Learning and the Common Core State Standards | Journal of... journals.library.columbia.edu/index.php/jmetc/article/view/787Playing with Mathematics How Play Supports Learning and the Common Core State Standards Journal of journals library columbia edu index php jmetc article view 787
  2. Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling, American Journal of Theoretical and Applied... doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling American Journal of Theoretical and Applied doi 10 11648 j ajtas 20160501 11
Read online
File size268.98 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test