MARANATHAMARANATHA

Jurnal Manajemen MaranathaJurnal Manajemen Maranatha

Perbedaan temuan dalam studi sebelumnya terkait pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran, minimnya kajian mengenai produk lokal, serta tantangan yang dihadapi UKM dalam meningkatkan performa pemasaran, menjadi dasar dilakukannya penelitian lanjutan ini. Penelitian ini difokuskan untuk menguji peran keunggulan produk lokal sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara orientasi pasar dan kinerja pemasaran. Studi ini dilaksanakan secara empiris pada UKM yang bergerak di sektor pengolahan produk lokal khas Kabupaten Kuningan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah disproportionate random sampling dengan total responden sebanyak 200 orang. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Temuan menunjukkan bahwa baik orientasi pasar maupun keunggulan produk lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pemasaran, dan keunggulan produk lokal terbukti mampu memediasi hubungan antara orientasi pasar dan kinerja pemasaran. Secara teoretis, hasil ini memperkuat konsep orientasi pasar, memperkaya literatur mengenai produk lokal, serta memberikan klarifikasi atas ketidakkonsistenan hasil-hasil studi sebelumnya. Implikasi praktis bagi UKM mencakup penerapan strategi diferensiasi berbasis kekhasan lokal, penguatan orientasi pasar yang sesuai konteks, serta peningkatan kapabilitas internal organisasi.

Studi ini menunjukkan bahwa keunggulan produk lokal terbukti menjadi penghubung penting antara orientasi pasar dan pencapaian kinerja pemasaran.Produk yang memiliki identitas, nilai, dan representasi budaya lokal mempunyai daya tarik tersendiri dan kesan diferensiasi di benak konsumen.Tetapi, keunikan produk saja belum cukup tanpa adanya dukungan reputasi dan kualitas yang konsisten.Studi ini menekankan pentingnya mentransformasi nilai budaya menjadi reputasi pasar melalui strategi branding yang tepat, memiliki standar mutu, dan komunikasi nilai yang baik.Melalui pendekatan ini, keunggulan produk lokal berfungsi sebagai aset tidak berwujud yang memiliki posisi merek yang kuat dalam mendukung kinerja pemasaran berkelanjutan.

Berdasarkan temuan dan analisis yang telah dilakukan, terdapat sejumlah saran yang bisa dipertimbangkan oleh UKM yang memproduksi produk lokal dan para pemangku kepentingan lainnya. Bagi pelaku UKM, yaitu pada orientasi pasar. Pelaku UKM produk lokal harus menempatkan orientasi pasar bukan hanya sebagai fungsi pemasaran, melainkan sebagai budaya organisasi yang terkoordinasi secara internal. Langkah yang dapat dilakukan dalam internalisasi budaya organisasi tersebut melalui pembentukan wadah komunikasi antarbagian, misalnya pembentukan forum rutin antardivisi produksi, pemasaran, keuangan, atau SDM. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun sistem informasi pelanggan berbasis digital agar dapat diakses oleh semua divisi. Dapat juga dilakukan dengan pelatihan manajerial dalam menumbuhkan kepemimpinan kolaboratif agar tiap divisi memahami strategi pasar secara terpadu. Selanjutnya, yaitu berkaitan dengan keunggulan produk lokal. Pelaku UKM dapat menggandeng lembaga pemerintah atau lembaga swasta yang menangani sertifikasi mutu, asosiasi industri, atau platform digital untuk membangun citra produk yang kredibel. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan aktif mengomunikasikan nilai-nilai yang melekat pada produk lokal melalui brand storytelling. Tujuan dari kegiatan-kegiatan tersebut yaitu agar keunggulan produk lokal tersebut dapat dihargai karena kualitas dan citranya di mata konsumen, bukan hanya sekadar diferensiasinya. Sedangkan, saran lainnya bagi pelaku UKM, yaitu diharapkan dapat memperbaiki struktur harga produk berbasis nilai, yaitu melalui pemahaman mendalam tentang kebutuhan konsumen dan nilai yang akan diperoleh oleh konsumen itu sendiri. Melakukan pengendalian dalam biaya produksi dengan menerapkan manajemen rantai pasok, atau dapat juga melalui metode just in time (JIT). Upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan kanal digital secara optimal dalam proses pemasaran maupun distribusi agar margin keuntungan meningkat.

  1. Peran Orientasi Wirausaha dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran dengan Kapabilitas Inovasi sebagai Mediasi... doi.org/10.25134/logika.v14i01.6000Peran Orientasi Wirausaha dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran dengan Kapabilitas Inovasi sebagai Mediasi doi 10 25134 logika v14i01 6000
  2. Membangun orientasi pelanggan untuk meningkatkan salesperson consulting performance | Jurnal Manajemen... journal.maranatha.edu/index.php/jmm/article/view/2003Membangun orientasi pelanggan untuk meningkatkan salesperson consulting performance Jurnal Manajemen journal maranatha edu index php jmm article view 2003
  3. The existence of local products (production/processing) in special economic area of Mandalika Lombok... doi.org/10.62398/probis.v15i1.443The existence of local products production processing in special economic area of Mandalika Lombok doi 10 62398 probis v15i1 443
Read online
File size491.22 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test