USTJUSTJ

DINAMISDINAMIS

Kegiatan pembangunan, termasuk penataan kawasan tradisional yang telah berlangsung selama dua dekade, sering kali didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan fungsi lokasi, sehingga mengabaikan nilai tradisional dan historis. Seiring dengan fenomena global yang menekankan nilai sosial dan budaya, terjadi pergeseran nilai yang memengaruhi perubahan lingkungan binaan baik dari aspek lingkungan maupun bangunan. Oleh karena itu, kegiatan revitalisasi ini bertujuan menghidupkan kembali nilai tradisional dan sejarah kawasan melalui penataan bangunan konvensional, menggunakan metode literatur dengan menelaah laporan kegiatan revitalisasi serta artikel terkait kearifan lokal dan revitalisasi kawasan tradisional. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan yang menonjolkan nilai konvensional pada bangunan hasil resurrecti situs, yang diapresiasi oleh masyarakat setempat, serta menegaskan bahwa upaya nyata dalam menghidupkan nilai tradisional dan historis melalui bangunan tradisional cukup untuk memberikan citra formal pada area pembangunan.

Implementasi konsep revitalisasi kawasan permukiman tradisional di Ilaga merupakan bentuk kearifan lokal pada arsitektur tradisional.Revitalisasi merupakan pendekatan pembangunan yang melibatkan kelompok masyarakat adat.Hasil revitalisasi mempertahankan kearifan lokal berupa bangunan Silimo, penting agar tidak punah akibat perubahan kehidupan masyarakat tradisional.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak sosial‑ekonomi jangka panjang dari revitalisasi kawasan tradisional di Ilaga, dengan mengukur perubahan kesejahteraan masyarakat, partisipasi ekonomi, dan persepsi kebudayaan setelah implementasi proyek; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan antara Ilaga dan daerah lain di Papua untuk mengidentifikasi faktor‑faktor keberhasilan atau kegagalan revitalisasi, serta mengembangkan kerangka kerja adaptif yang memperhitungkan perbedaan budaya, iklim, dan sumber daya lokal; terakhir, penelitian dapat mengembangkan model perencanaan partisipatif berbasis teknologi digital (misalnya GIS dan BIM) yang melibatkan masyarakat adat dalam proses desain, sehingga menghasilkan solusi arsitektural yang lebih berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan lokal, dan mampu melestarikan nilai‑nilai kearifan tradisional dalam konteks modernisasi.

Read online
File size332.77 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test